Warta

Banjir Terjang Grobogan, Ribuan Hektare Sawah Terendam

catrawarta.com — Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengakibatkan ribuan hektar sawah terdampak. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak)...

Lahan pertanian yang terdampak banjir di Grobogan. Foto: istimewa

catrawarta.comBanjir yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah mengakibatkan ribuan hektar sawah terdampak. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, lahan pertanian seluas 1.842 hektare di Grobogan terendam banjir  akibat cuaca ekstrem dua hari ini. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut.

Kepala Distanak Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengungkapkan,  untuk membangtu petani, Pemprov Jateng  menyiapkan langkah pendampingan bagi petani Grobogan yang sawahnya terdampak banjir mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), karena tanaman padi mereka mengalami kerusakan.

Setelah menerima laporan awal terkait luas lahan terdampak, Distanak Jawa Tengah segera  melakukan identifikasi tingkat kerusakan tanaman untuk memastikan apakah benar-benar mengalami puso.  Soal mekanisme pengajuan klaim, batas waktu pelaporan sesuai ketentuan adalah satu pekan. 

Oleh karena itu, petani yang terdampak diharapkan segera melaporkan kondisi lahannya. Setidaknya saat kejadian sudah difoto, dan bisa dilaporkan melalui SMS, WA, atau sarana lain. Setelah ada laporan baru petugas akan turun untuk mengecek lapangan.

Tavares mengakui, belum seluruh petani terdaftar dalam program AUTP, sehingga belum semuanya memiliki perlindungan asuransi. Untuk itu Pemprov Jawa Tengah terus mendorong petani, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak bencana, agar segera mendaftarkan lahannya melalui penyuluh pertanian.

Melalui upaya ini, Pemprov Jateng berharap petani yang terdampak banjir tetap mendapatkan perlindungan, sekaligus menjaga stabilitas produksi pertanian demi mencapai swasembada pangan.

Di tengah potensi bencana, Pemprov Jateng tetap optimistis Jawa Tengah mampu mencapai swasembada pangan. Faktanya, secara nasional, Jateng masih berada di peringkat ketiga sebagai penyumbang produksi padi terbesar pada 2025 dengan total produksi sekitar 9,3 juta ton gabah kering giling. Pemprov Jawa Tengah tetap optimistis capaian tersebut masih dapat ditingkatkan pada tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *