catrawarta.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 Mei selalu menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali arah dan kualitas pendidikan di tanah air.
Di tengah gempuran era digital, pendidikan dituntut tak sekadar menjadi rutinitas formalitas persekolahan, melainkan sebuah proses transformasi karakter dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Dr Nuryadi MPd menegaskan, pendidikan modern wajib mengintegrasikan nilai-nilai 4C, yaitu Critical Thinking (berpikir kritis), Communication (komunikasi), Collaboration (kolaborasi) dan Creativity (kreativitas). Menurutnya, kombinasi ini menjadi kunci utama dalam membentuk generasi tangguh.
”Pendidikan tidak semata-mata belajar di sekolah, melainkan dapat diperoleh di mana saja dan kapan saja untuk menata masa depan dengan bijaksana,” kata Nuryadi.
Penguatan Program Kreativitas
Ia mendorong penguatan program kreativitas mahasiswa dan pengembangan aspek technopreneur. Selain itu, pihaknya juga menyoroti pentingnya riset sebagai fondasi utama sebelum melahirkan inovasi.
“Penelitian bukan sekadar pemenuhan tugas akademik. Sebaliknya berfungsi sebagai instrumen mitigasi sekaligus terobosan dalam menjawab kebutuhan perubahan zaman yang kian cepat,” ungkapnya.
Sedangkan Tenaga Kependidikan Fakultas Ekonomi UMBY, Ahmad Farid Firsalam mengungkapkan, pendidikan saat ini sudah berkembang jauh dari sekadar metode hafalan materi. Tapi, proses menyeluruh untuk membentuk manusia yang siap menghadapi dunia yang dinamis.
”Saya berharap pendidikan di Indonesia ke depan tidak sekadar ‘lebih baik’, tapi harus benar-benar relevan, merata dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Farid.
Ruang Sakral
Sementara itu salah satu mahasiswa dari Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) UMBY, Edi Caswanto memaknai pendidikan sebagai ruang sakral untuk mengenali potensi diri.
Ia berharap sistem pendidikan nasional tidak terjebak pada standarisasi nilai angka semata. Sebaliknya, lebih fokus pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup (life skills).
”Peringatan Hardiknas 2026 diharapkan menjadi pengingat, pendidikan adalah hak bagi seluruh warga negara. Dengan pendidikan yang tepat, bibit unggul yang berkarakter dapat lahir dan membawa perubahan bagi bangsa ke arah yang lebih baik,” terangnya.

Investigasi Tabrakan Kereta Api Transparan, KNKT Lakukan Simulasi 