Warta

1886 Penghulu Ikuti Pelatihan Memandu Pernikahan

catrawarta.com — Menjadi penghulu atau pegawai pencatat nikah, ternyata perlu memiliki ‘ilmu’ dan keahlian tersendiri. Tak semudah seperti membalikkan telapan tangan. Menyadari...

Ribuan penghulu ikuti pelatihan teknik pernikahan

catrawarta.comMenjadi penghulu atau pegawai pencatat nikah, ternyata perlu memiliki ‘ilmu’ dan keahlian tersendiri. Tak semudah seperti membalikkan telapan tangan. Menyadari hal itu Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan Kemenag RI mengadakan pelatihan yang tujukan bagi para penghulu.

Sebanyak 1.886 penghulu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi peserta pelatihan  teknik memandu pernikahan. Pelatihan  tersebut dilaksanakan secara hybrid learning melalui platform Klinik Pengetahuan MOOC Pintar dan Smart Class di kampus UIN Ciputat.

“Program ini dirancang untuk membekali penghulu yang belum mendapat tugas dari Kanwil sebagai pencatat perkawinan di KUA. Teknik memandu pernikahan secara syar’i harus benar. Dan itu menjadi kompetensi wajib bagi penghulu,” ujar Kepala Pusbangkom SDM Kemenag Mastuki dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1/2026). 

Mastuki menyatakan, pelatihan ini kali pertama dilaksanakan sebagai jawaban atas permintaan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Bimas Islam Kementerian Agama.  Pelatihan ini terbuka bagi penghulu, gratis dan bersertifikat resmi.

Menurut Mastuki, rekruitmen tenaga penghulu dari jalur PPPK menyisakan masalah kurangnya kemampuan teknis penghulu dalam menjalankan tugas profesinya.

Penghulu PPPK dan CPNS baru perlu memahami dengan benar tata cara memandu prosesi akad nikah secara khidmat dan berkesan. Selain itu mereka perlu menguasai kemampuan bahasa Arab dasar, fasih dalam mengucapkan naskah akad dan khutbah nikah.

Di samping itu harus percaya diri, komunikatif, serta mampu melaksanakan tugas profesi dengan sebaik-baiknya.

“Penghulu itu wakil Menteri Agama di garda terdepan. Mereka memiliki peran strategis dalam layanan keagamaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga perlu terus diperkuat kapasitas dan kompetensinya,” ujarnya.

Melalui hybrid learning, Mastuki berharap memberikan solusi pembelajaran yang mudah diakses oleh penghulu dimanapun, tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan kepada publik. ASN tetap bisa belajar, meningkatkan kompetensi, dan langsung menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama dengan tajuk Smart HAB. Selain peningkatan kompetensi penghulu, Pusbangkom SDM juga menyiapkan pelatihan singkat untuk menyasar segmen ASN.

Pelatihan itu meliputi penguatan metode baca tulis Al Quran bagi guru pendidikan agama di sekolah, pelatihan trauma healing berbasis pendekatan keagamaan bagi penyuluh agama di wilayah terdampak bencana. Selain itu ada pelatihan ekoteogi dan kurikulum berbasis cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *