catrawarta.com — Diplomasi melalui musik ke tingkat dunia mungkin lebih mudah dan bisa memperluas jejaring secara global. Itu pula yang kini sedang dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang sedang mengikuti perhelatan ‘Bangkok Music City (BMC) 20206 di Charoenkrung Creative District.
Diplomasi musik Indonesia ini sekaligusmenjadi peluang kerja sama ekonomi kreatif dengan Thailand. “Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendukung internasionalisasi musisi nasional, memperluas jejaring industri musik global serta mendorong pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Wamen Ekraf, Irene, dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).
Apa yang mereka lakukan itu memperkuat dukungan dan membahas peluang penguatan kerja sama ekonomi kreatif Indonesia-Thailand, khususnya subsektor musik serta industri berbasis konten.
Dalam BMC 2026 ini, Kementerian Ekraf mengikuti sesi konferensi dan business matching guna memperoleh wawasan langsung mengenai dinamika industri musik regional dan global serta menjaring aspirasi dari para pejuang industri musik Indonesia yang terlibat dalam forum tersebut.
Tiga musisi Indonesia tampil dalam showcase BMC 2026 antara lain INIS, Ardhito Pramono dan Morbid Monke. Penampilan mereka mendapat respons positif dari penonton lintas negara serta pemangku kepentingan industri musik internasional.
BMC 2026 turut menghadirkan lebih dari 80 musisi Asia dan internasional yang tampil di 8 panggung pada ruang publik kota Bangkok. Forum industri musik internasional ini mengintegrasi konferensi, business matching, dan showcase musik, sehingga diakui sebagai platform subsektor musik paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Wamen Ekraf juga menyoroti potensi kolaborasi Indonesia-Thailand dalam bidang musik, konten, dan festival maupun pentingnya penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (KI) dan perluasan akses pasar global.
Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengundang Creative Economy Agency (CEA) of Thailand supaya berpartisipasi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan diselenggarakan di Indonesia sebagai forum strategis penguatan kerja sama ekonomi kreatif regional dan global.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Kementerian Ekraf memfasilitasi kolaborasi antara Ardhito Pramono dan Citilink Indonesia . Dalam kesempatan tersebut, Ardhito Pramono membawakan lagu Bitterlove, Waking Up Together With You, dan Cigarettes of Ours .
Aktivasi kreatif menjadi contoh kolaborasi lintas sektor seperti musik, transportasi, dan komunikasi, sekaligus pendekatan inovatif dalam mempromosikan karya musisi Indonesia di ruang nonkonvensional.

Monolog ‘Orang Gila’ Kritik Terhadap Kegelisahan Negeri 