Catra Milenia

Gen Z Mulai Ninggalin Smartphone Kenapa

catrawarta.com — Di saat semua orang makin nempel sama smartphone, justru sebagian Gen Z mulai ngelakuin hal yang kebalik. Mereka pelan-pelan ninggalin...

Ilustrasi gen z yang lelah dengan smartphone
Ilustrasi Gen Z yang lelah dengan smartphone.

catrawarta.comDi saat semua orang makin nempel sama smartphone, justru sebagian Gen Z mulai ngelakuin hal yang kebalik. Mereka pelan-pelan ninggalin smartphone. Bukan karena nggak mampu beli. Bukan juga karena nggak ngerti teknologi. Tapi karena capek.

Fenomena ini mulai kelihatan dari meningkatnya minat ke feature phone—HP yang cuma bisa nelpon dan SMS. Data dari laporan media menunjukkan penjualan HP jenis ini mulai naik lagi di beberapa negara. Artinya, ini bukan sekadar tren kecil.

Pertanyaannya, kenapa? Jawabannya sederhana: hidup mereka terlalu penuh layar. Bangun tidur cek notifikasi. Siang scroll tanpa sadar. Malam masih terjebak di algoritma. Tanpa terasa, waktu habis bukan karena kerja, tapi karena distraksi. Dan Gen Z mulai sadar itu.

Banyak dari mereka sekarang ngomong soal digital fatigue—rasa capek karena terlalu lama terhubung dengan dunia digital. Bukan cuma fisik, tapi juga mental. Tekanan sosial di media sosial.

Perbandingan hidup yang nggak ada habisnya. Produktivitas yang dipaksa terus tinggi. Semua itu bikin smartphone bukan lagi alat bantu, tapi sumber tekanan. Makanya muncul tren baru: digital detox. Dan cara paling ekstrem sekaligus simpel: ganti smartphone ke HP yang lebih “bodoh”. Tanpa TikTok. Tanpa Instagram. Tanpa notifikasi yang nggak ada habisnya.

Hidup jadi lebih sepi, tapi justru lebih tenang. Ini juga yang bikin tren gadget jadul mulai naik lagi. Bukan karena nostalgia, tapi karena kebutuhan untuk mengontrol hidup sendiri.

Gen Z nggak lagi melihat teknologi sebagai sesuatu yang harus diikuti terus. Mereka mulai memilih mana yang benar-benar mereka butuhkan. Jadi ini bukan soal mundur. Ini soal sadar. Gen Z bukan ninggalin teknologi. Mereka cuma lagi nyari cara biar nggak dikendalikan sama teknologi. Karena di dunia yang terlalu ramai,kadang yang paling dicari bukan koneksi—tapi jeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *