catrawarta.com — Pilihan alas kaki Jason Momoa di Venice International Film Festival 2025 memicu perbincangan luas di dunia mode. Aktor asal Amerika Serikat itu tampil di karpet merah mengenakan setelan berwarna pink yang dipadukan dengan sandal Birkenstock senada. Sebuah keputusan yang secara terang menabrak pakem formal acara film kelas dunia.
Sandal yang selama ini lekat dengan citra fungsional dan kasual tiba-tiba hadir di ruang yang selama puluhan tahun didominasi sepatu kulit dan pantofel mewah. Momoa bahkan memperkuat pernyataannya dengan kuku kaki berwarna pink, menciptakan tampilan yang konsisten dan tanpa kompromi.
Penampilan tersebut tidak sekadar soal gaya personal. Ia dibaca sebagai sinyal kuat bergesernya standar fashion global, di mana kenyamanan tidak lagi berada di bawah bayang-bayang formalitas. Birkenstock yang dulu dianggap “sandal praktis” kini memperoleh legitimasi baru sebagai bagian dari ekspresi fesyen berkelas.
Respons publik dan media mode internasional menunjukkan satu hal yang jelas. Momen itu mempertegas posisi Birkenstock bukan lagi sekadar tren musiman, melainkan simbol perubahan selera. Dari jalanan hingga karpet merah, batas antara kasual dan high fashion semakin kabur.
Dalam satu langkah di Venice, sandal Birkenstock berpindah status. Dari alas kaki sehari-hari menjadi pernyataan gaya yang sadar, berani, dan disengaja.

KUHAP Baru Berlaku, Atur Restorative Justice Hingga Rekaman CCTV 