catrawarta.com — Para dosen perempuan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kini makin diakui keberadaanya. Rabu (14/1/2026) misalnya, kampus ini mengukuhkan tiga guru besar perempuan di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam penguatan peran akademisi perempuan serta pengembangan keilmuan lintas disiplin di lingkungan UNY. Tiga guru besar yang dikukuhkan itu yakni Prof Dr Christina Ismaniati MPd, Prof Dr Suhartini MS dan Prof Dr Farida Mulyaningsih MKes.
Keterangan pers dari Humas UNY menyebutkan, Prof Dr Christina Ismaniati MPd yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ranting Ilmu Strategi Pembelajaran pada Fakultas Ilmu Pendidikan akan membawakan pidato pengukuhan yang menekankan pentingnya strategi pembelajaran adaptif dan berorientasi pada peserta didik di tengah perubahan zaman.
Ia menegaskan, pembelajaran harus dirancang secara sadar dan kontekstual agar mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh. Menurut Christina, pendidik memiliki peran strategis dalam membangun suasana belajar yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga karakter dan kreativitas. “Strategi pembelajaran yang tepat menjadi kunci dalam menciptakan proses belajar yang bermakna, humanis, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya, Prof Dr Suhartini MS yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ranting Ilmu Bioremediasi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dalam pidato ilmiahnya akan menyoroti urgensi pengembangan ilmu bioremediasi sebagai solusi ilmiah atas berbagai persoalan pencemaran lingkungan.
Ia menjelaskan, pendekatan biologi dalam pemulihan lingkungan menawarkan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, riset di bidang ini perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan berwawasan lingkungan. “Bioremediasi merupakan salah satu pendekatan strategis untuk memulihkan kualitas lingkungan dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkap Suhartini.
Sementara itu, Prof Dr Farida Mulyaningsih MKes, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Ranting Ilmu Pembelajaran Aktivitas Ritmik pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan dalam pidatonya, menegaskan, pembelajaran aktivitas ritmik memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan fisik, mental dan sosial peserta didik.
Menurut Farida, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna akan mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kualitas hidup peserta didik. “Pembelajaran aktivitas ritmik bukan sekadar melatih gerak, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan dan kegembiraan dalam belajar,” tuturnya.
Pengukuhan tiga guru besar perempuan dari tiga fakultas berbeda ini menjadi komitmen UNY dalam mendorong keunggulan akademik, pengembangan riset serta penguatan peran perempuan dalam dunia pendidikan tinggi.
Kehadiran para profesor tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan dan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Pantai Goa Cemara, Objek KKN Mahasiswa: “Tak Hanya Indah di Digital, Aman Secara Nyata” 