Catra Budaya

Saptohoedojo, Panutan dan Banyak Berikan Nilai Lebih

catrawarta.com — Menyebut nama Saptohoedojo, ingatan kita bakal melayang pada seorang sosok seniman yang bukan hanya menjadi panutan, namun kiprahnya di masyarakat...

Yani Saptohoedojo bersama pengunjung menyaksikan karya-karya peninggalan seniman Saptohoedojo di galerinya, di Jalan Solo Yogyakarta. (Foto Yuliantoro)

catrawarta.comMenyebut nama Saptohoedojo, ingatan kita bakal melayang pada seorang sosok seniman yang bukan hanya menjadi panutan, namun kiprahnya di masyarakat banyak meninggalkan manfaat yang hingga saat ini masih bisa memberi nilai lebih.

Desa kerajinan gerabah Kasongan Bantul, misalnya, adalah salah satu yang mendapat sentuhan tangan ‘ajaib’ dari Saptohoedojo yang tahun ini genap 101 tahun kelahirannya.

Sampai saat ini Desa Wisata Kasongan masih eksis sebagai daerah penghasil gerabah di DIY yang mampu menembus pasar domestik maupun internasional.

Dulu Seniman Saptohoedojo ini banyak menyalurkan ide dan gagasan segar dalam pembuatan gerabah di Desa Kasongan. Saptohoedojo saat itu  penuh ketekunan mengembangkan Kasongan dengan membina warganya agar mampu meningkatkan kemampuannya dalam mengelola kerajinan gerabah. Sejak tahun 1980-an hingga saat ini Desa Wisata Kasongan pun masih eksis.

Makam Seniman

Selain Kasongan, peninggalan Saptohoedojo yang memberi manfaat hingga saat ini adalah kawasan Makam Seniman dan Budayawan Girisapto yang berlokasi di Karangtengah, Kapanewon Imogiri, Bantul .

Dalam suatu kesempatan Yani Saptohudoyo, istri sekaligus pengelola Makam Girisapto mengungkapkan, Makam Girisapto menjadi salah satu karya monumental bagi Saptohudojo yang dapat dinikmati serta dijadikan peninggalan bukan hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi seniman mendatang.

“Makam Seniman ini merupakan upaya yang membutuhkan perjuangan panjang serta dana yang tidak kecil, namun semua itu dilakukan oleh Bapak Saptohudoyo dan didedikasikan bagi para seniman Indonesia,” katanya.

Keberadaan makam ini juga menjadi bukti cintanya Saptohudojo kepada para seniman, sehingga rela menghabiskan waktu dan hartanya untuk mewujudkan makam ini.

Kini, makam tersebut menjadi peninggalan yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat, utamanya para seniman. Sudah beberapa nama seniman yang dikebumikan di makam tersebut.

Menurut Yani yang mengutip pemikiran Saptohudoyo, “Para seniman juga harus diberikan penghormatan sebagai layaknya para pahlawan, mesti tidak memanggul senjata namun lewat karya karyanya seniman juga punya andil bagi bangsa ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, makam yang dirintis seniman Saptohoedojo ini menjadi dedikasi yang luar biasa untuk para seniman kelak apabila sudah meningeal dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *