catrawarta.com — Senja belum sepenuhnya turun ketika beberapa umat Buddha mulai berbaris di depan Vihara Dhamma Surya Putra, Dusun Kebondalem, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Di tangan mereka, kantong-kantong berisi makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Satu per satu paket itu diberikan kepada para pengendara yang melintas.
“Silakan, untuk berbuka puasa,” ujar seorang relawan sambil tersenyum kepada pengendara motor yang berhenti sejenak di depan vihara.
Suasana seperti ini bukan hal baru di tempat tersebut. Setiap bulan Ramadhan, umat Buddha di Vihara Dhamma Surya Putra memiliki tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun yakni berbagi takjil untuk masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan. Lebih dari itu, ini adalah cara sederhana untuk merawat kebersamaan di tengah keberagaman.
Salah satu panitia kegiatan, Eli Sukoco, mengatakan, pembagian takjil dilakukan setiap hari Jumat selama bulan puasa. Persiapan biasanya dimulai sejak sore hari ketika para relawan berkumpul di vihara untuk menyiapkan ratusan paket takjil.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan kepedulian sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di Temanggung,” kata Eli di sela kegiatan.
500 Paket Takjil
Setiap Jumat, sekitar 300 hingga 500 paket takjil disiapkan oleh umat vihara. Isinya beragam, mulai dari minuman segar, roti, jenang, hingga makanan khas berbuka seperti kolak. Bahkan, beberapa paket berisi makanan berat seperti bakso dan soto yang bisa langsung disantap oleh mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Menjelang magrib, suasana di sekitar vihara semakin ramai. Para pengendara yang melintas sering kali memperlambat kendaraan mereka ketika melihat para relawan berdiri di pinggir jalan dengan kantong-kantong takjil di tangan.
Tak sedikit yang tampak terkejut sekaligus senang ketika mengetahui, bahwa takjil tersebut dibagikan oleh umat Buddha.
Bagi warga sekitar, kegiatan ini sudah menjadi pemandangan yang akrab setiap Ramadhan. Kehadiran para relawan vihara yang berbagi takjil seolah menjadi penanda, bulan puasa juga membawa semangat kebersamaan lintas agama.
Kepedulian Sosial
Bagi umat Buddha di vihara tersebut, berbagi takjil adalah bentuk sederhana dari kepedulian sosial sekaligus pesan, bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling membantu.
Ramadhan pun terasa lebih hangat di sudut kecil Temanggung ini. Ketika tangan-tangan yang berbeda keyakinan saling berbagi, yang terasa bukan hanya manisnya kolak atau hangatnya soto, tetapi juga rasa persaudaraan yang tumbuh di antara mereka.
Di depan vihara itu, toleransi tidak hanya dibicarakan. Ia hadir dalam senyuman, dalam sapaan singkat, dan dalam sekantong takjil yang dibagikan menjelang azan magrib.

Si Jelek Babi Kutil, Jarang Dikenal Padahal Penjaga Hutan Jawa 