catrawarta.com — Atase Penegakan Hukum Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk Indonesia dan Timor-Leste, Robert F. Lafferty, bertemu Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Jakarta, Selasa (23/6/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas perkembangan proses pemulangan (repatriasi) artefak budaya Indonesia dari Amerika Serikat serta upaya memperkuat kerja sama pelindungan warisan budaya antara kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Robert F. Lafferty menyampaikan bahwa koordinasi antara Kementerian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat menunjukkan hasil yang positif.
Menurutnya, proses repatriasi artefak budaya Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam satu tahun terakhir.
“Dalam satu tahun terakhir kami melihat perkembangan yang sangat baik. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan sehingga artefak-artefak tersebut dapat kembali ke Indonesia,” ujar Lafferty.
Salah satu benda budaya Indonesia yang saat ini berada di Amerika Serikat adalah Arca Surocolo yang selama ini tersimpan di The Metropolitan Museum of Art atau The Met.
Sebelumnya, pada 2024, sebanyak lima arca perunggu dan satu relief batu berhasil dipulangkan ke Indonesia oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York melalui kerja sama dengan Kantor Jaksa Distrik New York.
Lafferty menegaskan komitmen FBI untuk terus mendukung upaya pemulangan artefak budaya yang berasal dari Indonesia.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari proses ini. Kerja sama seperti ini menunjukkan bagaimana pelindungan warisan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi yang positif antara kedua negara,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama FBI dalam proses repatriasi artefak budaya Indonesia. Menurutnya, pengembalian warisan budaya merupakan bagian penting dari upaya negara menjaga identitas budaya bangsa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya nasional.
Fadli menjelaskan, sejak Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai kementerian tersendiri, pemerintah terus berupaya memulihkan dan mengembalikan berbagai warisan budaya Indonesia yang berada di luar negeri melalui kerja sama strategis dengan negara-negara mitra.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan selama ini dalam upaya pemulangan artefak budaya Indonesia. Sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan, kami berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan dan mengembalikan warisan budaya nasional melalui berbagai bentuk kerja sama internasional,” ujar Fadli.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun mekanisme koordinasi yang lebih jelas, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung proses repatriasi artefak budaya Indonesia pada masa mendatang.
Menurut Fadli, penguatan koordinasi antarlembaga dan kerja sama internasional menjadi kunci untuk mempercepat pemulangan benda-benda budaya Indonesia yang masih berada di luar negeri, sekaligus memastikan pelindungan warisan budaya bangsa bagi generasi mendatang.

Brazil Temani Argentina Melaju ke Babak Kedua 