catrawarta.com — Seni tradisional ketoprak menjadi salah satu yang digemari masyarakat. Lebih-lebih jika kemudian dikemas dengan penyesuaian di era Gen Z, maka ketoprak pun diharapkan mampu menggaet penonton baru. Model-model seperti ketoprak plesetan atau ketoprak pop, beberapa tahun lalu ternyata cukup diminati dan selalu ditunggu kehadirannya.
Saat ini, grup ketoprak yang mencoba terus bertahan adalah Persatuan Seni Bagian Yogya Utara (PS Bayu) yang dibentuk dua seniman kembar Ki Sugito dan Ki Sugati atau lebih popular dengan julukan Gito Gati. Keduanya, sudah almarhum, namun warisan seni yang ditinggalkan masih terus dirawat atau diuri-uri.
Bulan ini PS Bayu genap berusia 60 tahun. Untuk merayakan ulang tahun tersebut sekaligus melestarikan keberadaan sanggar seni di Dusun Pajangan, Kelurahan Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mereka mempersembahkan pergelaran tari, ketoprak dan karawitan. Rencananya, pementasan tersebut dilaksanakan, Sabtu (16/5/2026) pukul 19.00.
Lakon yang dibawakan dalam pentas ketoprak tersebut yakni ‘Penangsang Nagih Janji’ . Naskah ditulis Nano Asmorodini, dengan sutradara Marwoto Kawer. Menyebut dua nama ini saja, publik tentu tidak asing lagi. Sebab, Nano dan Marwoto memang cukup menjadi ikon dunia ketoprak di Yogyakarta.
Libatkan Banyak Pemain
Tentu masih ada sejumlah nama kondang lainnya di blantika kesenian ketoprak seperti M Santoso, Yati Pesek, Tuminten, Bagong Sutris Gunanta, Sujilah, Sri Budiati Supriyatman, Miyanto, Ambarwati dan sederet nama lainnya. Pentas ini juga menghadirkan seniman muda berbakat diantaranya Mara Wasis Pembayun, Whisky Bagus Nugroho, Giang Bayu Tetuko, Jati Kusumo, Ciblek Vertigo dan lain-lain
Ketua Panitia Doni Nurjati Putra, sebagaimana dilansir Kedaulatan Rakyat menjelaskan, perayaan ulang tahun ke-60 PS Bayu ini, dimaksudkan untuk menanamkan dan memupuk kecintaan generasi terhadap seni budaya tradisional, utamanya ketoprak. DI sisi lain, diharapkan melalui kegiatan ini memberikan tempat atau wadah seniman pemula dan muda untuk berekspresi dan berkreativitas.
Sementara itu, sesepuh PS Bayu, Sri Budiati, mengaku senang, karena banyak seniman merespons positif terhadap perayaan ulang tahun ke-60 grup ketoprak Gito Gati ini. Apalagi, mereka menyatakan turut mendukung dan terlibat dalam pementasan.
PS Bayu Berkontribusi Nyata
Marwoto Kawer juga sangat senang. Pada pementasan ini, ia dipercaya menjadi sutradara. Menurut Marwoto, PS Bayu berkontribusi nyata terhadap kehidupan ketoprak di Yogyakarta dan sekitarnya. Marwoto sendiri mengaku banyak belajar dan dibimbing saat terjun menjadi pemain ketoprak di PS Bayu ini.
Hal yang sama disampaikan pemain serba bisa Yati Pesek yang sangat terkenang dengan kebaikan Gito Gati. Ia salut, karena Mbah Gito Gati menurunkan bakat seninya ke anak cucunya hingga sekarang.

Nyadran Gunung Gambar, Teladani Pangeran Sambernyawa 