Warta

Kasus Penyiraman Air Keras, Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia Minta Panglima TNI Mundur

catrawarta.com — Kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus telah terungkap. Mereka yang diduga pelaku merupakan anggota TNI yang bertugas...

PELAKU: Tangkapan cctv terduga pelaku penyiraman air keras pada aktivis KontraS, Andrie Yunus.(Sumber: tribunnewsbogor.com)

catrawarta.comKasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus telah terungkap. Mereka yang diduga pelaku merupakan anggota TNI yang bertugas di Badan Intelijen Strategis (Bais), ada perwira dan ada bintara.

Melihat kejadian tersebut, Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Kota Yogyakarta menyatakan penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus merupakan rencana pembunuhan. Organisasi itu melihat ada rantai komando ketika anggota TNI apalagi dari intelijen melakukan gerakan.

”Fakta bahwa aparat dari Bais diduga terlibat dalam aksi biadab ini menegaskan satu hal, negara melalui alat kekuasaannya telah berubah menjadi ancaman bagi rakyatnya sendiri. Ini tentu sangat memprihatinkan,” tandas Ketua ISRI Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto SIP.

Menurutnya penyiraman air keras bukan sekadar kejahatan. Kejadian itu merupakan politik teror. Ini adalah wajah telanjang dari kekuasaan yang antikritik, antidemokrasi, dan antirakyat.

Bukan kali ini saja teror pada aktivis terjadi. Belum lama juga terjadi teror aktivis yang juga influencer, begitu pula teror kepada jurnalis Tempo. Yang baru saja, teror kepala anjing juga kepada aktivis. Semuanya tidak pernah terungkap hingga kini.

Tuntutan Mundur ke Panglima TNI

Fokki menegaskan, ISRI Kota Yogyakarta menyatakan beberapa tuntutan terkait peristiwa itu. Ia minta Panglima TNI mengundurkan diri. Menurutnya tidak ada alasan untuk bertahan. Ketika aparat di bawah komando melakukan teror terhadap warga sipil, maka itu adalah kegagalan total kepemimpinan. Mundur adalah bentuk tanggung jawab paling minimal.

Langkah yang sama juga dilakukan sejumlah pimpinan di beberapa negara. Saat ada bawahannya melakukan kesalahan, pimpinan tak segan-segan untuk bertanggung jawab dan mundur. Cara tersebut merupakan bentuk tanggung jawab.

Fokki juga menuntut untuk membongkar watak represif militerisme dalam kehidupan sipil. Keterlibatan intelijen militer dalam pembungkaman aktivis menunjukkan bahwa bayang-bayang otoritarianisme belum pernah benar-benar pergi. Reformasi belum selesai tetapi sedang dikhianati.

”Kami menolak keras penyelesaian setengah hati melalui mekanisme internal. Rakyat berhak tahu, rakyat berhak mengadili secara moral, dan pelaku harus dihukum seberat-beratnya tanpa perlindungan institusi,” tegasnya.

Ia menegaskan, serangan terhadap aktivis adalah serangan terhadap rakyat. Sekarang Andrie Yunus diserang, besok siapa pun yang bersuara kritis bisa menjadi korban. Ini adalah upaya sistematis membungkam suara kritis rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *