Warta

Perang Timur Tengah, Harga Emas dan Minyak Bergejolak

catrawarta.com — Konflik Timur Tengah yang terus memanas mengakibatkan perubahan global dalam segala hal. Salah satunya yang sangat terasa pada perdagangan minyak...

DIALOG: Analis Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) memaparkan fluktuasi harga minyak mentah dan emas akibat ketegangan di berbagai wilayah.(Sumber: ICDX)

catrawarta.comKonflik Timur Tengah yang terus memanas mengakibatkan perubahan global dalam segala hal. Salah satunya yang sangat terasa pada perdagangan minyak dan emas. Dampaknya, harga minyak dan emas menjadi begitu dinamis.

Menurut Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) minyak mentah dan emas akan terus bergerak. Ini sebagai akibat gejolak politik global terutama perang yang terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel melawan Iran.

Sementara itu, pengamat dari Reseach and Development ICDX, Tiffani Safinia mengungkapkan tahun 2025 menjadi salah satu tahun terbaik bagi emas dalam beberapa dekade. Sepanjang tahun 2025, jelasnya, untuk komoditas emas terdapat beberapa poin penting.

”Selama tahun 2025 harga emas naik sebesar 64 persen dengan 53 all time highs. Berikutnya, all time high tercatat $4,550/oz pada 26 Desember 2025, rata-rata harga sekitar $3,431/oz, dan keempat pembelian emas oleh bank sentral mencapai sekitar 863 ton,” papar Tiffani.

Pendorong Kenaikan Emas

Lebih rinci ia mengatakan, pendorong kenaikan emas pada 2025 antara lain 3 kali pemangkasan suku bunga dengan total 75 bps melalui keputusan FOMC, Konflik Timur Tengah (Israel – Iran), Perang AS – Ukraina, serta Ketegangan AS – Tiongkok.

Total pembelian emas oleh Bank Sentral AS hanya mencapai sekitar 863 ton, lebih rendah dibandingkan pada periode 2022–2024. Juga pergerakan dolar AS yang cenderung volatil dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan moneter dan ekspektasi suku bunga turut meningkatkan alokasi ke emas.

Tiffani menambahkan beberapa lembaga keuangan global telah menaikkan proyeksi harga emas untuk tahun 2026, yang didorong oleh risiko geopolitik global dan permintaan struktural bank sentral. Dalam jangka pendek, pergerakan emas masih dipengaruhi dinamika dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan konflik global.

”Secara keseluruhan, harga emas diproyeksikan berada di kisaran US$5.500–US$6.000 per troy ons hingga akhir tahun 2026, dengan volatilitas yang tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global,” jelasnya.

Minyak Mentah Sempat Turun

Harga mintak mentah sempat turun pada tahun 2025. Analis ICDX Girta Putra Yoga mengungkapkan tahun 2025 merupakan tahun yang menantang bagi komoditas minyak mentah. Bahkan sempat menurun sebesar lebih dari 21 persen ke level $60 per barel pada akhir penutupan 2025.

harga minyak mentah mengalami penurunan sebesar hampir 10 persen pada paruh pertama, rata-rata berada pada kisaran level $69 per barel hingga pada Mei mencapai $62 per barel.

Penguatan harga minyak mentah global kembali terlihat pada awal tahun 2026. Penegasan komitmen dari aliansi produsen OPEC yang menyatakan akan mempertahankan produksi sampai Desember 2026 menjadi katalis pemicu yang mengangkat kembali harga minyak mentah.

Konflik Timur Tengah dan ketegangan di berbagai wilayah menjadikan harga minyak mentah terus merangkak naik pada bulab Maret 2026. Terlebih dengan penutupan Selat Hormuz yang 20 persen lalu lintas minyak mentah melintasi jalur tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *