catrawarta.com — Sejumlah provinsi dan kabupaten/kota berada dalam situasi kejadian luar biasa (KLB) akibat penyakit campak. Kasus campak di daerah tersebut mencapai ribuan.
Para pakar sudah menyatakan jangan menganggap enteng penyakit campak. Dampaknya bisa sangat serius bahkan mengakibatkan kematian. Orang dewasa harus peduli dengan lingkungannya, keluarga dan diri sediri. Ketika mengalami gejala, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Penularan campak tergolong sangat cepat. Ketika ada seorang yang terkena campak, ia bisa menulari sebanyak 18 orang di dekatnya dalam waktu singkat. Proses penularan melalui udara dan droplet.
Begitu cepatnya seseorang tertular campak, sebaiknya mereka yang sudah mengidap bisa langsung mengisolasi diri, memakai masker dan tidakber kumpul dengan banyak orang. Mereka yang kena campak selain berobat ke fasilitas kesehatan juga menjaga stamina melalui makanan bergizi.
Mobilitas Mudik Lebaran
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan kasus campak mulai ada kecenderungan menurun. Kendati demikian, sebaiknya masyarakat tetap mewaspadi penularab terutama arus mudik sudah mulai terasa.
Data resmi Kementerian Kesehatan menyebutkan pada minggu kedelapan tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Sebelas provinsi tersebut yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
”Memang tren kasus campak terlihat meningkat pada Januari 2026, namun mulai menurun sepanjang Februari,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni.
Ia mengingatkan potensi penularan pada saat Lebaran karena banyak orang berkumpul dalam keluarga, kerabat dengan mereka yang baru saja melakukan perjalanan jauh. Mereka yang sakit sebaiknya tidak berkumpul bersama banyak orang.
Khusus pada anak-anak, Andi juga menyarankan menjaga dari kerumunan orang apalagi kalau ada yang sedang sakit. Terutama anak-anak yang belum lengkap vaksinasinya.

Dugaan Manipulasi di SPPG Lembursitu, Celah Pengawasan Program MBG 