catrawarta.com — Disrupsi digital dan perkembangan AI telah mengubah lanskap industri media secara signifikan. Kompetisi tidak lagi hanya terjadi antarperusahaan pers, melainkan antar model bisnis, antar platform, bahkan antar cara menjangkau audiens yang semakin terfragmentasi.
Dalam konteks tersebut, Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menegaskan, negara tidak akan tinggal diam. Pemerintah berkomitmen memastikan media massa tetap menikmati mata rantai ekonomi yang adil agar jurnalisme berkualitas dapat terus hidup sebagai suluh demokrasi dan penjaga akal sehat masyarakat.
“Pemerintah tidak akan membiarkan pers berjalan sendirian. Upaya-upaya untuk melindungi kerja-kerja pers harus terus diperkuat bersama,” ucap Menko Muhaimin kepada wartawan di Serang, Banten, Senin (09/2/2026).
Kebijakan mengokohkan ekonomi media, katanya, seperti advokasi publisher rights sebagaimana telah dilakukan pemerintah negara-negara maju. “Kita juga harus jalankan dengan sungguh-sungguh,” sambungnya.
Risiko Serius
Muhaimin mengingatkan, kemajuan teknologi informasi membawa peluang besar sekaligus risiko serius. Banjir informasi dan konten tidak berkualitas berpotensi menurunkan daya nalar publik, fenomena yang kini dikenal luas sebagai brain rot.
Lebih lanjut, Menko Muhaimin mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan insan pers dalam menghadirkan konten-konten edukatif dan inspiratif, khususnya terkait program-program prioritas nasional seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa, yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan masa depan bangsa.
“Presiden berharap Hari Pers Nasional ini menjadi momentum konsolidasi menghadapi tantangan baru, menghadapi berbagai kesulitan-kesulitan baru sehingga semangat jurnalisme, semangat media kepada masyarakat itu benar-benar bisa terwujud melalui konsolidasi,” ucap Ketua Umum PKB ini.
Terkait kondisi banyaknya media yang menghadapi tekanan ekonomi dan pemutusan hubungan kerja, Menko Muhaimin menegaskan, pemerintah bersama Dewan Pers serta kementerian terkait tengah mendorong pembangunan ekosistem ekonomi media yang sehat.
“Nanti tentu kolaborasi terus dijalankan, nanti ada usulan dari Dewan Pers, ada distribusi iklan yang merata misalnya. Tentu kita harus dukung mulai dari regulasinya sampai pada aspek-aspek teknisnya,” tegas Cak Imin.

Ketika Hidup Sehat Menjadi Kecemasan Sosial Baru 