catrawarta.com — Para pemudik lebaran tahun 2026 boleh merasa lega. Pasalnya, ruas jalan tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer dan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (Ambarawa–Bawen) sepanjang 4,98 kilometer ditargetkan bisa beroperasi secara fungsional.
Berdasarkan data PT Jasa Marga (Persero) Tbk, progres konstruksi kedua ruas tersebut telah mencapai 90-95 persen. Dengan demikian bisa mempercepat waktu tempuh.
Pembukaan ruas tol fungsional ini berpotensi memindahkan titik kemacetan dari Prambanan ke wilayah Kalasan, Sleman, mengingat kapasitas jalan penghubung selama ini dinilai belum ideal.
Menyadarinhal tersebut Pemda DIY telah menyiapkan skema buka-tutup jalur di pintu keluar tol fungsional Solo-Yogyakarta segmen Prambanan-Purwomartani pada masa mudik Lebaran 2026.
“Sebetulnya koordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan tanah jalan tol telah dilakukan. Fokus utama pemerintah daerah saat ini mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang keluar di Kalasan (Purwomartani),” ujar Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengomentari rencana pembukaan tol fungsional tersebut.
Skema Rekayasa
Sekda DIY menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang disiapkan bersifat situasional. Apabila volume kendaraan di pintu keluar Kalasan sudah melebihi kapasitas jalan penampung, arus akan dialihkan kembali ke pintu keluar Prambanan. Hal ini dilakukan agar beban lalu lintas terbagi dan tidak mengunci satu kawasan.
“Nanti kita dilihat dari situasi volume lalu lintasnya seperti apa. Kalau masih dan memungkinkan, ya dibuka. Tapi kalau dibagi dengan yang Prambanan (sudah padat), yang Kalasan tutup. Nanti lihat situasi, buka-tutup jalur itu. Sama dengan fungsi yang ada di exit tolnya yang berbagi antara Prambanan dan Kalasan,” urai Ni Made.
Menurut Sekda DIY, kecenderungan pemudik untuk memilih pintu keluar terdekat dengan Kota Yogyakarta dikhawatirkan bisa membebani jalan lokal yang belum sepenuhnya siap menerima limpahan arus besar.
Padahal kondisi jalan penghubung dari pintu keluar tol fungsional di Kalasan menuju jalan nasional dalam kondisi teknis belum ideal. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas menjadi kunci utama agar tidak terjadi kemacetan parah di jalan-jalan desa atau kabupaten di sekitarnya.
Strategi
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwanto mengonfirmasi kesiapan kedua ruas tol tersebut. Menurut Rivan, pembukaan fungsional ini merupakan strategi pengelolaan lalu lintas nasional untuk memecah kepadatan menuju DIY.
Berdasarkan data tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, progres konstruksinya sudah mencapai sekitar 90 persen.
Sementara itu, Tol Solo–Yogyakarta ruas Prambanan–Purwomartani progresnya berada di kisaran 95 persen.
Dengan capaian tersebut, kedua ruas itu siap untuk difungsionalkan secara terbatas pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Pengoperasian segmen Prambanan–Purwomartani diproyeksikan memangkas waktu tempuh secara signifikan bagi pengendara dari arah Klaten menuju Yogyakarta. Perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya dapat memakan waktu hingga 45 menit, dengan difungsikannya ruas tol ini diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar 20 menit,” paparnya.
Walaupun begitu Rivan mengingatkan, potensi pergeseran titik macet, sehingga lonjakan volume kendaraan menuju wilayah Purwomartani dan Sleman Timur harus diantisipasi.
Pasalnya apabila pengaturan lalu lintas di jalan-jalan penghubung tidak dilakukan secara optimal, kepadatan justru bisa bergeser ke jalan kabupaten yang relatif lebih sempit.
Untuk mendukung kelancaran arus, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho menyatakan telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk one way dan contraflow jika terjadi lonjakan ekstrem. Pengaturan akses keluar-masuk tol yang terhubung dengan wilayah DIY telah ada koordinasi agar arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 tetap terkendali.

Ormas Islam Tak Masalah Indonesia di BoP, Ada Israel dan Tidak Melibatkan Palestina 