Warta

Kemdiktisaintek-BPOM, Perkuat Kolaborasi Riset untuk Kemandirian Obat Nasional

catrawarta.com — Komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)  menjadikan pendidikan tinggi dan riset sebagai motor penggerak kemandirian nasional, khususnya di...

Mendiktisaintek Brian Yuliarto pada HUT)ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemdiktisaintek dan BPOM.

catrawarta.comKomitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)  menjadikan pendidikan tinggi dan riset sebagai motor penggerak kemandirian nasional, khususnya di sektor strategis, terus diperkuat. Salah satunya,  melalui kehadiran Mendiktisaintek Brian Yuliarto pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemdiktisaintek dan BPOM, Rabu, (26/1/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi dan hilirisasi di bidang obat, pangan dan teknologi kesehatan nasional. Hal ini, juga sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menekankan manfaat nyata riset bagi industri dan masyarakat.

Melalui penandatanganan MoU ini, Kemdiktisaintek dan BPOM memperkuat kolaborasi salah satunya melalui program Academia–Business–Government (ABG), termasuk pemanfaatan laboratorium dan fasilitas pengujian milik BPOM untuk mendukung riset akademisi. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat proses penelitian, validasi dan pengembangan produk inovatif agar memenuhi standar mutu, keamanan dan regulasi sejak tahap awal riset.

Pemerintah juga terus memperkuat dukungan pendanaan riset nasional, termasuk peningkatan anggaran riset. Pemanfaatan laboratorium BPOM oleh akademisi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang siap diadopsi industri.

Mendiktisaintek secara khusus juga mengajak pelaku industri untuk terlibat aktif dalam kolaborasi ini. Saat ini, industri memiliki peran penting sebagai lokomotif hilirisasi agar hasil riset perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk unggulan nasional yang berdaya saing. Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari 4.000 perguruan tinggi, sekitar 300 ribu dosen, dan lebih dari 12 ribu profesor.

Kepala BPOM, Taruna Ikram menyampaikan, dengan  kerja sama yang bertepatan dengan momentum peringatan 25 tahun BPOM ini, diharapkan ke depan mampu menjadi tonggak transformasi untuk berkontribusi terhadap bangsa agar terdepan dalam pengembangan sains, teknologi, dan obat-obat inovatif.

Sinergi antara Kemdiktisaintek dan BPOM diharapkan  memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Kemdiktisaintek berkomitmen  mengawal implementasi Nota Kesepahaman ini secara berkelanjutan, sehingga hasil riset nasional tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga siap dihilirisasi dan dimanfaatkan industri serta masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *