catrawarta.com — Bupati Pati Sudewo menegaskan dirinya tidak bersalah. Ia hanya menjadi korban. Ada pihak yang sengaja mengorbankan dirinya sehingga KPK menangkapnya.
Ia mengungkapkan secara terbuka usai KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus pemerasan. Lembaga tersebut menuding Sudewo dan tim melakukan jual-beli jabatan perangkat desa.
Sudewo secara tegas mengatakan tuduhan tersebut sebagai bentuk pihak lain yang mengorbankan dirinya. Ia menyatakan tidak mengetahui apa yang menjadi dasar penangkapannya. Berkali-kali ia menyebut sengaja dikorbankan.
”Pengisian jabatan perangkat desa akan berlangsung Juli 2026 mendatang. Dan sampai sekarang belum ada pembahasan formal maupun informal mengenai hal itu,” ujarnya usai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Ia keluar dari ruang penyidik mengenakan rompi oranye dengan tangan terborgol. Sembari berjalan, sesekali berhenti, ia menyampaikan keterangan kepada wartawan yang telah lama menunggunya.
Seleksi Perangkat Desa Objektif
Pada saat itu, Sudewo juga menegaskan tidak ada jual-beli jabatan perangkat desa. Bahkan ia menegaskan tidak ada celah bagi siapapun untuk bermain-main. Semua proses bakal berlangsung objektif.
Ia juga telah menyampaikan kepada media dan juga pejabat terkait mengenai seleksi yang akan dilakukan dan bentuk pengawasannya. Lembaga Swadaya Masyarakat dan media massa juga ikut mengawasi jalannya seleksi jabatan perangkat desa.
Sebagai contoh, ia pernah melantik pejabat di Kabupaten Pati beberapa waktu lalu dan menegaskan tidak ada yang melakukan traksaksi. Ia menyatakan tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun. Ia berharap masyarakat Pati tetap tenang.
Operasi Tangkap Tangan KPK
Seperti diberitakan kemarin, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menangkap Sudewo dan beberapa orang lainnya. Mereka terkena OTT diduga sedang melakukan transaksi jual-beli jabatan.
Setelah melakukan penangkapan, petugas KPK melanjutkan dengan menggeledah rumah dinas dan kantor bupati. Selama penggeledahan, aparat polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di sekitar rumah dinas dan kantor bupati.
Selain Sudewo, KPK juga menangkap Wali Kota Madiun Maidi. Kedua kader Partai Gerindra tersebut kemudian menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Keduanya diduga melakukan tindak pidana penyelewengan keuangan.

Film Dokumenter ‘Fragile’ Persahabatan yang Masih Datar 