Catra Cendekia, Warta

Alasan UMY Kirim Mahasiswa KKN Sampai ke Mesir dan Malaysia​

UMY menerjunkan 1.818 mahasiswa untuk program KKN 2025/2026 ke daerah 3T hingga mancanegara yaitu Mesir dan Malaysia guna mengasah kepekaan sosial dan...

People outdoors in a crowd raise their hands in celebration as birds fly overhead a central figure holds a bright yellow bag or banner with pink text
Pelepasan KKN UMY Selasa (28/7). (Dok. Catrawarta)

catrawarta.comUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan sebanyak 1.818 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, pada Selasa (28/7).

Uniknya pengiriman KKN ini tak hanya menjangkau berbagai pelosok Indonesia namun juga mancanegara seperti Mesir dan Malaysia.

Untuk memperluas daya jangkau dan pengalaman global mahasiswa, tahun ini UMY menerjunkan 219 mahasiswa ke wilayah KKN Mandiri 3T yang tersebar di tujuh kabupaten, mulai dari Manggarai Timur, Biak Numfor, Wakatobi, hingga Lembata.

Selain itu, pengiriman mahasiswa juga dilakukan ke KBRI dan Sekolah Indonesia Kairo di Mesir, Madrasah Uthmaniah ABIM di Pulau Pinang Malaysia, serta program KKN Learning Express (LeX) yang berkolaborasi dengan Singapore Polytechnic.

“Pembentukan karakter dan pengasahan kepekaan sosial di lapangan jadi alasan utama pengiriman KKN mahasiswa ini ke berbagai wilayah Indonesia termasuk mancanegara,” kata Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan UMY, Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D.,Selasa.

Melalui sembilan skema program yang disiapkan, kata dia, UMY ingin memastikan para mahasiswanya tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik formal, melainkan betul-betul menguji integritas, kerendahan hati, serta kemampuan adaptasi dalam merespons dinamika sosial di lapangan.

​Faris menegaskan bahwa KKN merupakan wahana krusial untuk melengkapi ilmu akademik dengan kearifan hidup yang tidak bisa didapatkan hanya di dalam ruang kelas.

​”Ilmu mengajarkan kita untuk berpikir, tetapi pengabdian mengajarkan kita menjadi pribadi yang bijaksana. Di pundak kanan, masyarakat akan mengetahui bahwa Anda adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan di pundak kiri, Anda akan dikenali sebagai bagian dari Muhammadiyah,” Imbuhnya.

Menurutnya, mahasiswa harus hadir dengan kerendahan hati dan kesiapan untuk belajar bersama masyarakat, bukan menempatkan diri sebagai pihak yang paling mengetahui segala sesuatu.

​Alasan mendasar mengenai pentingnya pembentukan kepribadian seutuhnya melalui KKN ini juga digarisbawahi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY sekaligus Bendahara Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A.

Menurutnya, proses interaksi langsung dengan warga akan menjadi pembuktian sejauh mana nilai-nilai pendidikan kampus terserap dalam perilaku sehari-hari mahasiswa.

​”Pada hakikatnya, pendidikan kita tidak sekadar mengejar IPK tinggi, meskipun hal itu penting dan harus tetap dipertahankan. Lebih dari itu, KKN merupakan momentum untuk mengonfirmasi kepribadian yang telah kita bentuk agar benar-benar menjadi manusia seutuhnya,” tutur Ikhwan.

​Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian UMY, apt. RR. Sabtanti Harimurti, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa seluruh peserta didistribusikan ke dalam sembilan skema strategis guna menjawab variasi kebutuhan masyarakat.

Sebagian besar peserta terkonsentrasi pada skema KKN Persyarikatan Muhammadiyah yang melibatkan 1.260 mahasiswa di Boyolali dan seluruh kabupaten/kota di DIY, disusul skema lain seperti KKN Sahabat Sekolah, KKN Tematik Lingkungan, KKN Konversi, serta KKN MAs di Malang.

​”Pada semester genap tahun akademik 2025/2026 ini, kami menerjunkan 1.818 mahasiswa ke berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri. Skema dengan peserta terbanyak ialah KKN Persyarikatan Muhammadiyah yang diikuti 1.260 mahasiswa,” kata Sabtanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *