catrawarta.com — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (27/7/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, surat pengunduran diri Perry Warjiyo secara resmi telah diterima Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026).
“Per kemarin, secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Bank Indonesia, Senin (27/7/2026).
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menerima pengunduran diri Perry Warjiyo sekaligus menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas pengabdian Perry selama menjabat sebagai Gubernur BI.
“Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo dan disertai ucapan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau selama tujuh tahun lamanya,” ujarnya.
Profil Perry Warjiyo
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 1959. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dan lulus pada 1982.
Perry kemudian melanjutkan pendidikan di Iowa State University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar master pada 1989 dan gelar doktor (Ph.D.) pada 1991.
Karier Perry di Bank Indonesia terus berkembang. Pada periode 2009-2013, ia menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk bidang kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional. Pada periode yang sama, Perry juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.
Selanjutnya, Perry Warjiyo menjabat sebagai Deputi Gubernur BI pada periode 2013-2018.
Perry kemudian dipercaya menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2018-2023. Ia kembali ditetapkan sebagai Gubernur BI untuk periode kedua, yakni 2023-2028.
Namun, Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia pada 27 Juli 2026.

Ratusan Penerbangan Batal, Angin Topan Noul Hantam Tiongkok dan Hong Kong 