Warta

Anies Baswedan Keliling Aceh, Resmikan Jembatan Titian Persatuan

Kolaborasi Anies Baswedan, Humanies Project, dan Aksi Bersama bangun kembali Jembatan Titian Persatuan Aceh pascabanjir.

Two men talk on a blue pedestrian bridge at a cultural event one wears a blue uniform vest the other in traditional clothing carrying a large bag over his shoulder with a photo board and onlookers in the background
MENYAPA: Anies Baswedan usai meresmikan salah satu jembatan, menyapa warga yang sedang melintas. (Sumber: Instagram aniesbaswedan)

catrawarta.comSalah satu calon presiden pada pemilu 2024 lalu, Anies Baswedan melakukan perjalanan keliling Aceh. Ia mendatangi sejumlah tempat terpencil yang belum begitu tersentuh bantuan saat bencana beberapa waktu lalu.

Salah satunya, Anies meresmikan Jembatan Titian Persatuan ke-4 di Kemerleng, Aceh Tengah. Jembatan itu sempat lumpuh total sehingga akses ekonomi, sosial dan Pendidikan warga terputus.

Dalam akun instagramnya, Anies menuliskan perubahan nyata tersebut berhasil terwujud berkat gelombang kebaikan dan dukungan masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui kolaborasi @humaniesproject bersama Aksi Bersama.

Peresmian bukan sekadar perayaan selesainya pembangunan fisik, tapi bukti nyata kekuatan gotong royong publik dalam menyatukan ribuan hati demi mengembalikan senyum warga Kemerleng. Jadilah saksi tuntasnya jembatan yang lahir karena banyak orang memilih untuk peduli.

Tiga Hari Keliling Aceh

“Bismillah… Mendarat di Banda Aceh pagi tadi. Akan keliling ke Pidie Jaya, Takengon, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, bersama teman-teman @aksibersama_id, @humaniesproject, dan @turuntangan. Akan menunaikan beberapa amanah dari donatur dan masyarakat, termasuk Titian Persatuan di Aceh Tengah. Mohon doanya ya….,” tulis Anies dalam akun resminya pada Jumat (24/7/2026).

Ia mengawali perjalanan ke Aceh untuk meresmikan beberapa proyek fasilitas umum yang rusak akibat bencana banjir bandang. Pasca bencana, kondisi sejumlah fasilitas umum sangat memprihatinkan. Jembatan melintir, dan jembatan darurat pun masih rawan bahaya buat anak-anak sekolah.

Pada tengah malam, Anies dan tim tiba di Enang-Enang. Jembatan tersebut memang milik negara tetapi yang menegakkannya kembali adalah warga yang patungan. Keikhlasan satu orang menular ke ratusan yang lain.

“Belum tuntas, mari kita rampungkan bersama,” ajak Anies.

Di lokasi lain, ia menceritakan, keadaan boleh berat, tapi semangat tak boleh patah. Dari Tanah Gayo, di Kemerleng, Aceh Tengah, Sungai Jambo Aye, pernah memutus langkah anak-anak ke sekolah dan petani ke ladang.

Warga tidak menunggu, mereka turun tangan. Dari tangan-tangan itulah Jembatan Titian Persatuan kembali berdiri, buah kolaborasi Aksi Bersama, Humanies Project, dan warga Kemerleng. Sebab jalan selalu ada bagi mereka yg berani melangkah bersama.

“Alhamdulillah, menuntaskan perjalanan tiga hari keliling Aceh, menunaikan amanat dari para donatur dan masyarakat Indonesia. Masih banyak yg belum pulih sempurna di sana, mari terus kita bantu. Terima kasih untuk semua yang sudah terlibat,” ujar Anies mengakhiri perjalanan di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *