Catra Wisata, Warta

Festival Kitiran Sriharjo 2026, Ajang Kreativitas & Budaya di Bulak Truli Imogiri

Festival Kitiran Sriharjo 2026 berlangsung 24-26 Juli 2026. Ada pameran puluhan kitiran hingga budaya lokal yang ditampilkan dengan meriah.

Festival kitiran sriharjo imogiri bantul berlangsung 24 26 juli 2026
Festival Kitiran Sriharjo, Imogiri, Bantul berlangsung 24-26 Juli 2026. (dok. Instagram @festival.kitiran)

catrawarta.comSetelah sukses pada tahun 2025 sebelumnya, Festival Kitiran Sriharjo kembali hadir di tahun 2026. Tepatnya, festival yang mempertemukan gagasan kreativitas dan budaya ini berlangsung pada tanggal 24-26 Juli 2026 bertempat di Bulak Truli (Trukan-Gondosuli), Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di tahun ini, festival tersebut digelar dengan beragam aktivitas seru yang bisa dinikmati untuk para pengunjung. Di antaranya yakni senam sehat, tour kitiran, pertunjukan kesenian jathilan, kesenian tari, momen opening Festival Kitiran, hingga kesenian karawitan yang ditampilkan di hari pertama yakni Sabtu, 25 Juli 2026.

Untuk hari kedua yakni Minggu, 26 Juli 2026, ada juga serangkaian acara yang tak hanya dimeriahkan dengan deretan permainan kitiran yang berwarna-warni. Beberapa tampilan kesenian lokal juga ikut menambah suasana kian menarik.

Kegiatan hari kedua ini yakni ada agenda Kitir-Run di Pendopo Gondosuli, pembagian doorprize, penampilan kesenian gejog lesung, workshop kitiran, pengumuman lomba kitiran, sekaligus acara penutupan.

Selain puluhan kitiran, tersedia juga berbagai stan jajanan tradisional dan produk ekonomi kreatif dari warga setempat. Para pengunjung pun tidak perlu merogoh kocek untuk dapat menyaksikan festival yang satu ini, melainkan cukup mempersiapkan biaya parkir dan uang jajan.

Wadah Budaya & Tradisi Masyarakat

Festival Kitiran Sriharjo sendiri hadir sebagai bentuk komitmen Kalurahan Sriharjo untuk melestarikan budaya sekaligus permainan tradisional. Di zaman modern ini, Kalurahan Sriharjo tetap ingin mempertahankan bahkan mengenalkan permainan kitiran agar tak tergerus zaman.

Dancers in colorful traditional costumes perform on a grassy field as a large audience sits on terraced benches along a hillside
Pentas seni jathilan di Festival Kitiran Sriharjo. (dok. Kalurahan Sriharjo)

Sebab, dulunya kitiran ini merupakan benda wajib yang menjadi senjata para petani untuk mengusir hama dari lahan mereka sendiri. Kitiran bukan benda asing di masa lampau dan ingin terus dihidupkan di masa kini.

“Meskipun bukan agenda tahunan, festival ini diadakan untuk mengenalkan kembali tradisi petani zaman dulu yang menggunakan kitiran sebagai alat pengusir burung di sawah,” demikian dikutip dari keterangan tertulis resmi Kalurahan Sriharjo.

Meski demikian, festival ini diketahui memiliki kerjasama yang kuat dari unsur masyarakat. Dukungan ini bahkan menjadi motor penggerak utama bagi pemerintah Kalurahan Sriharjo untuk dapat terus menggelar festival dan melestarikan budaya.

“Dukungan masyarakat yang luar biasa menjadi kekuatan utama untuk terus menghidupkan tradisi dan memperkuat identitas budaya daerah,” demikian dikutip dari keterangan tertulis resmi Kalurahan Sriharjo.

Festival ini rasanya memang dirancang sebagai ruang berkumpul bagi keluarga, wisatawan, dan masyarakat untuk menikmati suasana pedesaan sekaligus mengapresiasi kreativitas warga Sriharjo. Tradisi kitiran yang dahulu lekat dengan kehidupan para petani kini dikemas menjadi atraksi budaya yang menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *