catrawarta.com — Pertandingan Argentina melawan Mesir yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat penuh kontroversi. Pelatih, pemain, bahkan penonton pun menyaksikan kepemimpinan wasit Francois Letexier asal Prancis yang tidak ”berimbang”. Ini membuat para penggemar bola marah dan meluapkannya melalui berbagai media sosial.
Kontroversi Piala Dunia FIFA World Cup 2026 sudah terlihat sejak lama. Lihat saja larangan bermain untuk Rusia karena melakukan serangan pada Ukraina. Tetapi perlakuan FIFA berbeda dengan Israel yang telah melakukan serangan ke Gaza namun tetap boleh mengikuti seleksi Piala Dunia meskipun akhirnya tidak lolos.
Kontroversi berikutnya Ketika FIFA memberi keleluasaan tim AS memainkan kembali Folarin Balogun
yang sudah terkena kartu merah. Presiden AS Donald Trump mengakui mengontak Presiden FIFA Gianni Infantino yang akhirnya menganulir aturan kartu merah dan membolehkan pemain tersebut bermain kembali.
Kali ini terjadi lagi pada laga Argentina melawan Mesir yang berlangsung seru. Hampir saja tim The Pharaohs memenangi pertandingan. Namun, kepemimpinan wasit menjadi catatan keras pelatih, pemain dan penonton.
Bukan hanya pendukung Mesir yang memberi kritik, penonton seluruh dunia melalui media sosial juga menyampaikan unek-uneknya melihat wasit yang dianggap berat sebelah. Banyak yang menilai wasit tidak fair dan ”mencuri” peluang Mesir.
Anulir Gol Mesir
Media Al Jazeera melaporkan Argentina sebagai juara dunia bertahan sempat tertinggal sebelum akhirnya membalikkan kedudukan dan menang 3-2. Saat waktu pertandingan tersisa kurang dari sepertiga durasi normal, Mesir berada di ambang menyingkirkan sang juara dunia karena mereka unggul 2-0, meskipun sempat memiliki satu gol yang dianulir.
Gol sundulan Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79, dan empat menit kemudian, Lionel Messi mencetak gol kedelapannya di turnamen ini untuk mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus menjaga harapan Argentina mempertahankan gelar juara.
Enzo Fernandez memastikan kemenangan bagi tim asal Amerika Selatan tersebut pada menit ke-3 waktu tambahan. Ia menyambut umpan silang Lautaro Martinez dengan sundulan gemilang ke sudut bawah gawang, sekaligus menyempurnakan aksi pembalikan keadaan yang memukau dengan torehan tiga gol dalam kurun waktu 13 menit.
Sportivitas Dipertanyakan
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, berbicara kepada media usai pertandingan dan melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit. Ia menegaskan tidak melihat adanya rasa hormat ataupun sportivitas pada laga tersebut.
”Satu penalti dianulir, dan insiden kedua yang seharusnya diperiksa sebagai potensi penalti bagi kami bahkan tidak ditinjau oleh VAR. Gol kedua, entah karena alasan apa, secara mengejutkan dianulir,” ujar Hassan seperti dikutip dari foxnews.com.
Ia dan timnya begitu marah melihat kepemimpinan wasit dan ketidaktegasan FIFA. Menurutnya ketidakadilan telah menimpa timnya yang bermain luar biasa melawan Argentina. Mesir memang melakukan perlawanan sengit dan menciptakan banyak peluang bahkan dianulir wasit.
Hassan menambahkan timnya tampil lebih baik daripada juara bertahan namun hasilnya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal di lapangan dan faktor-faktor eksternal di luar lapangan. Ia menuding ada pihak yang ingin mempertahankan sang juara dunia dalam kompetisi kali ini.
”Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Sang juara dunia mendapatkan dukungan di setiap tingkatan,” kritiknya.

Pemerintah Soroti Jembatan Swadaya Rp1 Miliar di Bener Meriah 