Warta

Tokoh Aisyiyah Prof Chamamah Soeratno Berpulang

catrawarta.com — Muhammadiyah kehilangan salah satu sosok terbaik yang juga mantan Ketua Umum PP Aisyiyah, Prof Dr Hj Chamamah Soeratno. Guru Besar...

Older woman wearing a maroon hijab and patterned blouse sits on a brown leather couch by a window with lattice panes
Prof Dr Chamamah Soeratno.(Sumber: PP Muhammadiyah)

catrawarta.comMuhammadiyah kehilangan salah satu sosok terbaik yang juga mantan Ketua Umum PP Aisyiyah, Prof Dr Hj Chamamah Soeratno. Guru Besar Sastra UGM tersebut menjabat Ketua Umum PP Aisyiyah pada periode 2000-2005 dan 2005-2010.

Chamamah yang berusia 85 tahun berpulang di RSA UGM, Selasa (7/7/2026) pada pukul 20.13 WIB. Almarhumah meninggalkan suami, Drs H Moh Soeratno dan anak-anak, Dr Ir Ahmad Syauqi MM, dr Nurul Chusna MPH dan sejumlah cucu.

Kampus UGM bakal menggelar pernghormatan terakhir di Balairung UGM pukul 13.00 WIB kemudian berlanjut di Masjid Besar Kauman pukul 14.30 hingga setelah salat asar yang berlanjut berangkat menuju Pemakaman Karangkajen.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia mengatakan persyarikatan kehilangan sosok cendekiawan sekaligus tokoh Aisyiyah yang memiliki dedikasi, keluasan pemikiran, dan semangat pengabdian yang luar biasa.

”Kita kehilangan tokoh Aisyiyah dan Muhammadiyah yang cendekia serta memiliki spirit tinggi dalam perjuangan persyarikatan. Beliau selain guru besar senior di UGM, juga dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keluasan pemikiran dan radius interaksi hingga tingkat global. Beliau bahkan pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili Aisyiyah,” papar Haedar dalam keterangan tertulisanya kepada media.

Teguh Memegang Prinsip

Ia mengenang almarhumah sebagai pribadi yang ramah dalam pergaulan, tetapi tetap teguh dalam memegang prinsip. Dalam berbagai forum diskusi, almarhumah dikenal terbuka terhadap perbedaan pandangan dan selalu menghormati siapa pun yang berdialog dengannya.

”Kami mengenal beliau sebagai figur yang ramah, tetapi tegas dalam pendirian dan pandangan. Diskusi dengan beliau selalu berlangsung penuh semangat, namun tetap sangat menghargai perbedaan pendapat. Kepada generasi muda pun Prof Chamamah selalu menunjukkan rasa hormat dan tidak segan menerima pandangan maupun masukan,” tambah Haedar.

Pengabdian almarhumah bagi kemajuan Aisyiyah, jelasnya, merupakan teladan bagi generasi penerus. Kepemimpinan Chamamah dibangun di atas fondasi keilmuan, keluasan jejaring, dan semangat berkhidmat yang tidak pernah surut.

Ia mendoakan agar Allah Swt menerima seluruh amal ibadah almarhumah, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik. Haedar juga berharap jejak kebaikan dan perjuangan almarhumah dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *