catrawarta.com — Sastrawan Pujangga Baru Sutan Takdir Alisjahbana (STA) dinilai sebagai salah satu tokoh yang meletakkan fondasi kebudayaan Indonesia modern. Gagasan-gagasannya tentang bahasa, sastra, dan arah kebudayaan Indonesia masih berpengaruh hingga kini.
Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah, Gunoto Suparie, mengatakan kontribusi terbesar STA bukan hanya melalui karya sastra, melainkan juga pemikirannya yang progresif mengenai pembangunan kebudayaan Indonesia.
“STA memiliki pandangan yang menurut saya liberal dan terbuka. Ia berpendapat bahwa jika kebudayaan Indonesia ingin maju dan berkembang, maka harus belajar dan menyerap berbagai kemajuan dari Barat,” kata Gunoto, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Gunoto, pandangan tersebut tampak jelas dalam Polemik Kebudayaan yang berlangsung pada era 1930-an, ketika STA berdebat dengan Sanusi Pane mengenai arah kebudayaan Indonesia.
Dalam perdebatan itu, STA mendorong Indonesia untuk mengadopsi sumber-sumber estetik, artistik, dan pemikiran modern dari Barat sebagai bagian dari proses kemajuan bangsa.
“Pandangan itu menarik pada zamannya karena banyak cendekiawan justru ingin mempertahankan tradisi sebagai pijakan utama. Pemikiran STA yang progresif tentu patut dihargai,” ujar sastrawan yang produktif menulis puisi dan cerpen tersebut.

Gunoto menilai, perkembangan kebudayaan Indonesia saat ini tidak lepas dari pemikiran-pemikiran STA yang membuka ruang bagi perubahan dan modernisasi.
“Perkembangan budaya Indonesia seperti sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari jasanya. Begitu juga perkembangan bahasa Indonesia yang mampu menerima banyak istilah baru, baik dari bahasa asing maupun bahasa daerah,” ujarnya.
Menurutnya, STA turut meletakkan dasar pengembangan kosakata dan istilah baru sehingga bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu mampu berkembang menjadi bahasa modern.
Karena kontribusi tersebut, Gunoto menilai STA layak memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
“Kita menghargai jasa anak bangsa bukan hanya dari perjuangan fisik, tetapi juga dari sumbangan pemikiran, gagasan, dan implementasinya bagi kemajuan bangsa. Sutan Takdir Alisjahbana layak menjadi Pahlawan Nasional,” tegasnya.

