catrawarta.com — Banyak kritik mengenai data penerima bantuan sosial (bansos). Ada yang tidak sesuai dengan kondisi penerima, ada pula yang sudah tidak pantas menerima, ada yang karena hubungan kekerabatan dan banyak lainnya. Satu lagi, data penerima sudah meninggal.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember melakukan verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasilnya mengejutkan, ternyata terdapat 14.462 penerima bansos sudah meninggal dunia namun masih terdata.
Bupati Jember Muhammad Fawaid mengungkapkan dari hasil verifikasi dan validasi terhadap 16.775 penduduk Desil 1 DTSEN yang teridentifikasi meninggal dunia dan telah diterbitkan 14.462 akta kematian. Hal ini menunjukkan terdapat 10.480 penerima bansos PBI JK, 2.845 KPM PKH, dan 3.317 KPM Sembako/BPNT.
”Kami ingin membantu pemerintah pusat melakukan verifikasi data. Saat ini kami sudah selesai verifikasi desil satu dan ke depan desil 2 sampai desil 4 atau 5. Jember akan terus membantu pemerintah pusat untuk verifikasi,” papar Gus Fawaid, panggilan akrab Bupati seperti dimuat dalam rilis Kementerian Sosial.
Di samping pemutakhiran DTSEN, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyampaikan keinginan untuk membantu verifikasi data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan pangan.
Pemerintah daerah menilai masih perlu pengecekan lapangan untuk memastikan tidak terdapat penerima yang telah meninggal dunia, pindah domisili, maupun tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan.
Apresiasi Kementerian Sosial
Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengapresiasi langkah Kabupaten Jember yang menurunkan semua ASN untuk melakukan ground check. Pemerintah pusat terbantu dengan pendataan ulang dan pembaharuan data penerima bansos.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini mendapat mandat dari Presiden untuk memastikan DTSEN semakin akurat, sehingga bantuan sosial tepat sasaran, dan Program Sekolah Rakyat berjalan optimal untuk mendukung pengentasan kemiskinan.
”Nanti segera disampaikan ke Pusdatin. Kalau sudah dilakukan cleansing dan dinyatakan clear, data tersebut bisa segera dimutakhirkan dan ditambah kuota,” pinta Agus.
Ia menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Jember dan menilai keterlibatan pemerintah daerah akan memperkuat upaya pemerintah meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan sosial.

Hening dan Sakral, Warga Plupuh Kirab Malam Asyura 