Catra Milenia, Warta

Banyak Remaja Alami Ginjal Kronis, Perlu Pencegahan sejak Dini

catrawarta.com — Kabar anak-anak atau remaja menderita ginjal kronis bahkan gagal ginjal sering mewarnai media. Banyak faktor yang menjadikan anak-anak dan remaja...

Group of indonesian students in white shirts and black caps sitting on a carpet and cheering one holds a microphone
SANTRI: Para santri dari Pesantren Al-Badriyah 2 Mranggen, Demak saat mengikuti penyuluhan pencegahan penyakit ginjal yang diadakan Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Semarang. (Sumber:poltekkes)

catrawarta.comKabar anak-anak atau remaja menderita ginjal kronis bahkan gagal ginjal sering mewarnai media. Banyak faktor yang menjadikan anak-anak dan remaja mengalami ginjal kronis. Tingginya angka ginjal kronis tersebut mengundang kepedulian Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Semarang untuk memberikan edukasi.

Kalangan remaja yang menjadi sasaran penyuluhan tim merupakan santri tingkat SMP/MTs. Pada masa itulah periode penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, seperti mencukupi kebutuhan air putih, mengurangi konsumsi minuman manis, membatasi makanan tinggi garam serta rutin beraktivitas fisik.

Ketua Tim Pengabmas yang juga Dosen Poltekkes Kemenkes Semarang, Nanang Qosim mengungkapkan seiring meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia yang dipengaruhi perubahan pola hidup dan minimnya deteksi dini, edukasi kesehatan menjadi langkah strategis menanamkan kesadaran sejak usia muda.

Penyakit ginjal kronis kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya ketika fungsi ginjal telah menurun.

Guna memahami persoalan tersebut Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Semarang menggelar kegiatan bertema ”Pencegahan Penyakit Ginjal melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gerakan SPG (Santri Peduli Ginjal)” di Pondok Pesantren Al-Badriyah 2, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Jaga Kesehatan Ginjal

Nanang Qosim didampingi anggota tim Salikun dan Fikril Mustofa beserta tim mahasiswa kesehatan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat.

”Dalam gerakan SPG ini kami ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini agar santri memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui langkah-langkah sederhana,” ujarnya dalam keterangan pers tertulis kepada media.

Ia menegaskan, menjaga kesehatan merupakan bagian dari ajaran Islam dan bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga amanah yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan, termasuk mencegah penyakit ginjal, sejalan dengan kaidah fikih ad-dhararu yuzal atau kemudaratan harus dihilangkan.

”Menjaga kesehatan ginjal berarti menjaga kehidupan, menjaga kemampuan beribadah, menjaga masa depan, dan menjaga amanah yang telah Allah titipkan kepada kita,” tandasnya.

Pemeriksaan Kesehatan

Kegiatan diawali pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar badan, serta pemeriksaan gula darah. Peserta juga mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait pencegahan penyakit ginjal.

Setelah itu, dilanjutkan sesi edukasi yang dipandu Salikun MKes. Dalam paparannya, ia menjelaskan, ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme melalui urine, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah serta membantu menjaga kesehatan tulang.

Menurut Salikun, penyakit ginjal kronis berkembang secara perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Ia mengingatkan para santri untuk mewaspadai gejala seperti mudah lelah, bengkak pada kaki atau wajah, mual, sakit kepala, adanya darah dalam urine, serta perubahan frekuensi buang air kecil.

Ia juga menyoroti berbagai kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, seperti kurang minum air putih, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan minuman manis, kurang berolahraga, begadang serta menahan buang air kecil.

Gerakan CERDIK

Sebagai langkah pencegahan, Salikun mengenalkan gerakan ”CERDIK”, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, serta Kelola stres.

Sebagai bentuk komitmen bersama, para santri mendeklarasikan Gerakan SPG dengan mengucapkan ikrar untuk menjaga kesehatan ginjal melalui konsumsi air putih yang cukup, mengurangi minuman manis, menerapkan pola hidup sehat, serta mengajak teman-teman untuk peduli terhadap kesehatan ginjal.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badriyah 2, Kiai Ahmad Dliya’uddin Zabidi Al-Hafizh, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan sangat penting diberikan kepada santri sebagai bekal untuk menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan pesantren.

Melalui kegiatan ini, Tim Pengabmas berharap Gerakan SPG dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kepedulian santri terhadap pencegahan penyakit ginjal di lingkungan pesantren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *