catrawarta.com — Praktik pemerintahan yang menurut mahasiswa ugal-ugalan mendorong mereka turun ke jalan. Bukan hanya kondisi ekonomi yang amburadul tetapi juga politik yang semakin tidak karuan, berbagai kritik dilawan secara represif, salah satu bukti nyata penyiraman air keras oleh oknum TNI ke aktivis demokrasi Andrie Yunus.
Belum lagi mereka yang sering melontarkan kritik malah mendapat teror, ancaman dan intimidasi dari oknum aparat. Bahkan kritik lewat seni juga dilawan dengan represivitas aparat seperti saat pemutaran film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.
Tindakan represif yang mirip-mirip dengan gaya Orde Baru mendapat respons dari mahasiswa. Mereka turun ke jalan menyuarakan kegelisahan rakyat. Mereka akan turun secara bergantian dan menyatakan bakal turun serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar demonstrasi bertajuk ”Menuju Indonesia Bangkrut”. Mahasiswa dan aparat sempat bersitegang karena demonstran dihalang-halangi menuju titik aksi di Bundaran HI. Aparat mengarahkan agar mahasiswa menuju Gedung DPR RI.
Dikutip dari medcom.id, akhirnya BEM UI dapat menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta. Mahasiswa sudah berangkat dari kampus sejak pukul 10.00 WIB. Mereka mengenakan seragam almamater. Mahasiswa berjaga-jaga agar tidak kemasukan unsur luar yang biasanya mengacau dan memprovokasi massa aksi.
Lima Tuntutan Mahasiswa UI
Mahasiswa UI dalam pernyataan resminya di akun Instagram menyatakan ketika harga kebutuhan hidup terus naik, rupiah terus melemah, dan kritik terus dibungkam, rakyat tidak punya banyak pilihan selain bersuara.
”Atas dasar itu, kami menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam Aksi Menuju Indonesia Bangkrut dan menyampaikan tuntutan,” ungkap pernyataan mahasiswa melalui narahubung Albani secara tertulis.
Ia menyatakan lima tuntutan tersebut yakni stop pemborosan APBN, turun harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program MBG dan KDMP. Mereka juga menyerukan hentikan militerisme di ranah sipil serta Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.
Mahasiswa juga menyinggung berbagai aksi yang selama ini luput dari media massa arus utama. Mereka melihat ada upaya pembungkaman media massa dan juga aktivis yang kerap menyuaran kenyataan serta kebenaran.
Masyarakat mengetahui adanya aksi massa melalui berbagai saluran media sosial. Sepertinya, media sosial yang menjadi penyampai aspirasi bukan lagi media arus utama.
Mahasiswa akan terus menggelar aksi secara bergantian dan bersama-sama. Sejumlah kampus lain menyatakan turun ke jalan menyambung aksi dari mahasiswa UI.

Gambang Semarang Terancam Punah 