catrawarta.com — Negara dengan mayoritas penganut Katolik, Vatikan, secara tegas menolak bergabung dengan Board of Peace bentukan Donald Trump. Pimpinan negara tersebut menekankan penyelesaian perdamaian di Palestina melalui United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Salah satu pimpinan tinggi, Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin mengungkapkan sikap itu seperti disampaikan Reuters dan CNN Indonesia. Ia menyatakan segala bentuk penyelesaian persoalan Palestina harus melalui PBB.
”Pada tingkat internasional, penyelesaian persoalan Palestina harusnya melalui PBB bukan badan lain,” tandas Pietro.
Takhta Suci Vatikan selalu menekankan penyelesaian dan perdamaian di Palestina melalui satu pintu yakni PBB. Paus Leo XIV yang berasal dari Amerika Serikat selalu mengkritik kebijakan penyelesaian Palestina di luar PBB.
Berbeda dengan Sikap Indonesia
Sikap Vatikan berbeda dengan Indonesia yang sejak awal langsung menyetujui bergabung dengan Board of Peace. Meskipun di dalam BoP ada Israel dan tidak melibatkan Palestina, Pemerintah Indonesia bersedia bergabung. Alasannya, Indonesia akan memperjuangkan Palestina secara realistis.
Banyak pihak mengkhawatirkan keberadaan BoP akan melemahkan peran PBB. Bukan hanya itu, bagi Indonesia, keikutsertaan dalam lembaga tersebut bisa melemahkan politik bebas aktif.
Pengamat internasional Dino Patti Djalal pernah mengingatkan Indonesia tidak perlu takut keluar dari BoP kalau memang ada yang tidak beres dalam lembaga itu. Ia juga menyarankan agar tidak menyetor uang sejumlah Rp 17 triliun sebagai iuran keanggotaan BoP.
Mengaburkan Mekanisme Diplomasi
Kardinal Pietro dalam pernyataannya menegaskan adanya lembaga ”tandingan” menjadikan mekanisme diplomasi penyelesaian perdamaian Palestina menjadi kabur. Menurutnya, pengelolaan dan penyelesaian krisis di Palestina tetap berada pada PBB.
Pada Kamis (19/2/2026), BoP melakukan pertemuan tingkat tinggi, Indonesia termasuk yang hadir. Vatikan menyatakan tidak hadir dalam pertemuan tersebut dan para pakar mengatakan ini menjadi pukulan telak pada Trump dan lembaga itu.
Pengaruh Vatikan cukup besar bagi diplomasi internasional untuk berbagai persoalan termasuk pengelolaan dan penyelesaian krisis di Palestina. Sikap tegas Vatikan sangat terlihat pula pada era kepemimpinan Paus Fransiskus.
Bahkan, ia dianggap kerap ”menghalangi” agenda global dalam berbagai agenda. Inikah yang juga menjadi penyebab rencana penggulingan Paus Fransiskus seperti dalam Epstein Files?

Banjir Terjang Grobogan, Ribuan Hektare Sawah Terendam 