Warta

Tukar Uang Baru di Bank Bisa, Pinggir Jalan juga Oke

catrawarta.com — Setiap menjelang Lebaran, sepanjang jalan strategis banyak penjaja uang baru. Tradisi uang baru seolah-olah menggeser baju baru. Yang penting uang...

Ilustrasi penukaran uang di pinggir jalan, perlu hati-hati agar tidak tertipu.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comSetiap menjelang Lebaran, sepanjang jalan strategis banyak penjaja uang baru. Tradisi uang baru seolah-olah menggeser baju baru. Yang penting uang mulus daripada baju mulus tapi tak punya fulus.

Nah, akibatnya banyak orang berusaha memperoleh uang baru untuk berlebaran. Utamanya, uang akan dibagikan kepada sanak saudara, anak-anak yang paling menyukai uang baru. Tak jarang, usai menerima uang baru langsung disimpan hingga Lebaran berikutnya.

Penukaran uang baru yang resmi ada pada bank. Hampir semua bank menerima penukaran uang lama diganti uang baru. Beberapa bank memberi batasan penukaran sehingga tak bisa seenaknya menukarkan uang. Uang harus dalam jumlah tertentu.

Pembatasan penukaran uang dilakukan agar ada pemerataan. Sehingga satu orang hanya bisa menukar dalam jumlah terbatas. Begitu pula orang lain juga memperoleh hak yang sama, tidak ada monopoli.

Tukar Uang Pinggir Jalan

Kalau ingin menukar dalam jumlah bebas tak terbatas, ada di ”pedagang” jasa penukaran uang di pinggir jalan. Mereka menjual uang dengan sistem potongan. Misal, kita ingin menukarkan uang lembaran Rp 100.000 menjadi lembaran Rp 10.000 atau Rp 5.000, hanya menerima pecahan Rp 90.000 karena yang Rp 10.000 dianggap sebagai jasa.

Jasa penukaran uang yang menjamur menjadi penolong bagi mereka yang ingin menukarkan uang secara cepat. Mereka tak perlu antre di bank, cukup langsung berhenti di depan pedagang. Seperti halnya di kawasan Titik Nol Kilometer hingga Jalan Sultan Agung Yogyarta, banyak jasa penukaran uang. Ada pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000.

Mereka yang menukarkan uang pada jasa penukaran harus berhati-hati. Perhatikan dengan seksama uang baru yang diterima dan buka di tempat penukaran serta hitung. Ini untuk mencegah pedagang yang nakal misal menyelipkan uang palsu dan lainnya.

Bagi yang ingin menukar uang menjadi baru, bisa pula melalui jalur resmi. Penukaran uang di Bank Indonesia bisa dilakukan melalui Sistem Pintar atau Penukaran dan Tarik Uang Rupiah melalui laman resmi Bank Indonesia. Sistem tersebut untuk mengurangi kepadatan antrean yang biasanya terjadi menjelang Lebaran.

Dengan mendaftar terlebih dulu ke Pintar, seseroang bisa melihat kuota persediaa rupiah dan tempat penukaran. Lebih simpel sehingga memudahkan penukaran. Jumlah uang yang ditukar juga terbatas sehingga seseorang bisa membawa uang secukupnya saja.

Saat ini, sejumlah tempat penukaran sudah habis. Bank Indonesia pada laman resminya menyebutkan penukaran uang periode 2 di sejumlah daerah di Pulau Jawa telah penuh. Cek informasinya pada laman resmi www.bi.go.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *