catrawarta.com — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sebagai institusi yang dipercaya menjadi pelaksana penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menginginkan seluruh jemaah calon haji terlayani dengan baik. Termasuk kesiapan dapur penyedia katering yang melayani konsumsi harus memenuhi standar kualitas, kesehatan dan memiliki cita rasa yang akrab dengan lidah orang Indonesia.
Untuk keperluan itu, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, melakukan supervisi dan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur penyedia katering bagi jemaah haji Indonesia 1447H/2026M di Madinah.
Menhaj menekankan pentingnya penggunaan bahan baku asal Indonesia guna mendukung ekosistem ekonomi nasional sekaligus menjaga kualitas rasa.
“Pemerintah ingin dapur-dapur ini menggunakan bumbu masak langsung dari Indonesia, termasuk juga untuk beras. Saya meminta agar perlakuan (treatment) terhadap beras Indonesia dilakukan dengan tepat, sesuai dengan cara kita memasak di Tanah Air agar tekstur dan rasanya pas,” ujar Menhaj di sela-sela pengecekan ke salah satu dapur di Madinah, Kamis (19/2/2026), sebagaimana keterangan yang disampaikan Kemenhaj, Jumat (20/2/2026)
Standar Kebersihan
Selain aspek rasa, aspek keamanan pangan menjadi sorotan utama dalam inspeksi ini. Menhaj berkeliling memastikan setiap sudut fasilitas produksi memenuhi standar kebersihan yang ketat.
“Tempat penyimpanan bahan-bahan harus dipastikan bersih dan higienis. Saya juga meminta kapasitas produksi, mulai dari area memasak hingga tempat pengemasan (packing), harus mampu memenuhi kebutuhan sesuai dengan jumlah jemaah haji yang dilayani tanpa mengurangi kualitas,” tegasnya.
Ia berharap komitmen penyedia layanan katering dalam mempekerjakan juru masak asal Indonesia dapat dipertahankan. Hal ini dinilai krusial agar jemaah merasa nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Sebisa mungkin masakan untuk jemaah haji kita serupa rasanya dengan yang ada di Tanah Air. Kehadiran juru masak asli Indonesia sangat membantu dalam menjaga konsistensi rasa dan aroma Nusantara tersebut,” ucap Irfan Yusuf
Pengecekan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan operasional haji tahun 2026 untuk menjamin kenyamanan jemaah Indonesia selama berada di Madinah.

Menjadikan Tumpeng Sebagai Kekayaan Intelektual 