catrawarta.com — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendukung upaya untuk menjadikan hidangan tumpeng dan karya gastronomi Indonesia yang lain sebagai kekayaan intelektual guna mendorong peningkatan ekonomi kreatif daerah. Karya gastronomi adalah bentuk seni dan studi yang berfokus pada hubungan antara makanan dan budaya, yakni seni menyiapkan makanan yang lezat dan pemahaman mendalam mengenai sejarah, filosofi dnan Teknik penajian makanan.
Saat menerima perwakilan Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Autograph Tower Jakarta, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai, kekhasan tumpeng bisa menjadi pondasi kuat untuk mengembangkannya menjadi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) gastronomi nasional.
“Kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kemenekraf, Jumat (20/2/2026).
Kemenekraf mendukung upaya IGC selaku inisiator pengembangan ekosistem gastronomi Indonesia berbasis riset, kurasi, dan penguatan kekayaan intelektual.
Komunitas yang dibentuk tahun 2020 ini antara lain fokus pada penguatan merek gastronomi Indonesia, pengembangan IP kuliner Nusantara serta pengembangan usaha mikro, keci, dan menengah (UMKM) gastronomi. IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronom. kata Ria Musiawan selaku ketua umum IGC periode 2023–2026.
“Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret,” kata Ria Musiawan, Ketua Umum IGC periode 2023–2026.
Dalam pertemuan dengan pejabat Kemenekraf, IGC mengusulkan upaya untuk meningkatkan UMKM kuliner, membangun Gastronomy Creative Hub dan model pameran berbasis pengalaman, mengintegrasikan gastronomi dalam agenda promosi ekonomi kreatif, serta mengembangkan model gastronomi berbasis dampak sosial melalui edukasi pangan lokal.
Kekayaan Kuliner
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu mengapresiasi konsistensi IGC dalam mengangkat kekayaan kuliner berbasis sejarah dan budaya.
Yuke menekankan pentingnya penguatan kurasi dan penceritaan dalam upaya untuk meningkatkan daya
Bagi Indonesia, tumpeng memang sudah tak asing lagi. Setiap ada momen-momen tertentu, seperti upacara syukuran, peresmian suatu tempat atau perayaan ulang tahun banyak yang menggunakan tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan.
Tumpeng sendiri merupakan kuliner tradisional Indonesia, banyak ditemukan di sejumlah daerah, seperti Jawa, Sunda, dan Bali, berupa nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi lauk-pauk, melambangkan gunung suci, rasa syukur dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Lewat PKA Pemda DIY Siapkan Administrator Unggul 