Warta

Seragam Korpri, Simbol Kesetiaan kepada Bangsa dan Negara

catrawarta.com — Zaman kecil dulu, terutama di pedesaan banyak orang tua yang menginginkan putra putrinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka paham...

Para guru di MAN Sidenreng Rappang (Sidarap) Sulsel.

catrawarta.comZaman kecil dulu, terutama di pedesaan banyak orang tua yang menginginkan putra putrinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka paham dan mengetahui, bahwa menjadi PNS tak bergaji besar. Namun, di kalangan masyarakat pedesaan, PNS memiliki status tersendiri. Lebih-lebih pada momen tertentu PNS harus mengenakan baju seragam Korpri, sehingga tatkala melewati jalan desa dipastikan bakal mendapatkan penghormatan dari warga lain.

Harus diakui Korpri bukan sekadar seragam dinas. Baju ini adalah simbol pengabdian, kedisiplinan dan identitas sebagai abdi negara yang mengemban tugas mulia. Jika ia seorang guru, maka mempunyai beban harus mencerdaskan anak bangsa. Bila ia aparatur sipil di kecamatan atau di perkantoran, berarti harus mampu menjadi pegawai yang bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan kata lain, baju Korpri menjadi wujud semangat pegawai negeri sipil yang berintegritas dan menjadi teladan. Sseragam biru bermotif batik ini, jelas bermakna mulia.

Sejumlah guru menyebutkan, mengenakan seragam Korpri memberinya rasa bangga dan tanggung jawab lebih sebagai seorang pendidik. “Baju ini mengingatkan saya, bukan hanya mengajar ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dalam disiplin dan sikap. Saat memakai baju ini, saya merasa sedang mewakili marwah madrasah dan negara,” ujar Aripuddin Aripin, seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan, seperti dikutip Sipato.com Kemenag setempat.

Sementara itu, Asmawati Aminuddin, guru Matematika dan pembina Pramuka, melihat seragam Korpri sebagai lambang kesetiaan dan semangat kolektif. “Di Pramuka kami belajar kedisiplinan dan semangat gotong royong, dan itu selaras dengan nilai-nilai dalam Korpri. Seragam ini menumbuhkan rasa kebersamaan antar ASN, seolah kami semua berdiri dalam barisan yang sama untuk membangun negeri,” ungkapnya di media yang sama.

Sedangkan. Jumniarnawati, guru Geografi dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, menyoroti baju Korpri sebagai bentuk legitimasi moral seorang pegawai negeri sipil. Dari sisi kebahasaan, Husna Husain, guru Bahasa Indonesia, melihat baju Korpri sebagai bentuk komunikasi non-verbal dari etos kerja dan profesionalisme.

Seragam Korpri dengan segala nilai yang melekat di dalamnya, menjadi pengingat terhadap amanah dan pengabdian yang diemban aparatur sipil negara, baik yang berprofesi guru, staf perkantoran, kepala dinas dan lain-lain. Di tengah tuntutan profesionalisme dan perubahan zaman, seragam ini tetap menjadi simbol kesetiaan pada nilai luhur pengabdian kepada bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *