Catra Cendekia, Warta

Selamat Datang Super Flu!

catrawarta.com — Virus yang berasal dari keluarga influenza kembali mendatangi Indonesia. Kali ini mengusung nama baru, super flu. Masyarakat tentu was-was tetapi...

Flu 3
Super flu - varian lain dari virus influenza.

catrawarta.comVirus yang berasal dari keluarga influenza kembali mendatangi Indonesia. Kali ini mengusung nama baru, super flu. Masyarakat tentu was-was tetapi tak perlu panik. Varian tersebut tidak seperti Covid-19.”Kendati namanya super flu, sejatinya masih berasal dari keluarga influenza namun memiliki karakteristik varian baru,” ungkap Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Farindira Vesti Rahmasari PhD.

Ia menuturkan, istilah super flu merujuk pada varian baru virus influenza yang pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat. Hal itu berdasarkan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Agustus 2025.

Super flu, jelas Farindira, sebenarnya merupakan varian lain dari virus influenza. Virus tersebut termasuk influenza tipe A dengan subtipe H3N2, tetapi yang membedakan adalah munculnya subklade baru, yakni K, yang sebelumnya belum banyak ditemukan.

Laporan Temuan Super Flu Kementerian Kesehatan menurutnya juga telah melaporkan temuan kasus super flu. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus terkonfirmasi, meski jumlah tersebut belum menunjukkan lonjakan seperti yang terjadi di negara lain. “Kemunculan varian baru influenza merupakan proses alamiah akibat mutasi virus. Mutasi dapat terjadi melalui perubahan genetik kecil atau antigenic drift, maupun melalui pertukaran materi genetik antarvirus yang berasal dari manusia dan hewan,” papar Farindira.

Dosen umy farindira vesti rahmasari phd
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Farindira Vesti Rahmasari PhD. (Foto: dok UMY)

Kecuali faktor mutasi, kondisi pasca pandemi Covid-19 juga berkontribusi pada meningkatnya penyebaran influenza. Selama pandemi, paparan virus influenza relatif menurun. Pencabutan pembatasan mendorong penyebaran lebih luas dan cepat.

Secara klinis, super flu menunjukkan gejala mirip influenza pada umumnya, tetapi dengan tingkat keparahan lebih tinggi. Pasien dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, serta durasi sakit yang lebih panjang.

Kelompok Rentan Terpapar “Gejalanya hampir sama, tetapi cenderung lebih berat. Demam bisa tinggi, nyeri otot lebih terasa, tubuh sangat lemas, dan masa pemulihan bisa berlangsung lebih dari dua minggu. Risiko komplikasinya juga lebih besar,” kata dr. Farindira.Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan gangguan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat akibat infeksi super flu.

Ia menekankan pentingnya vaksinasi influenza untuk menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi kunci utama guna pencegahan.Seperti ketika pandemi Covid-19, ia menyarankan menggunakan masker saat sakit, rajin mencuci tangan, istirahat yang cukup, serta jaga daya tahan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *