Catra Milenia, Warta

Program Revitaliasi SMK, Jawab Tingginya Kebutuhan Kerja

catrawarta.com — Pemerintah sepertinya tidak main-main  memajukan sekolah menengah kejuruan (SMK). Apalagi, jika melihat animo siswa yang mendaftar di sekolah vokasi ini...

Panel discussion with four men seated on a stage one speaking into a microphone framed fabric art on the wall behind them
Dirjen Vokasi dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin dalam bincang media. (Kemendikdasmen)

catrawarta.comPemerintah sepertinya tidak main-main  memajukan sekolah menengah kejuruan (SMK). Apalagi, jika melihat animo siswa yang mendaftar di sekolah vokasi ini dari tahun ke tahun terus meningkat.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah yang masuk di SMK, bukan hanya yang berstatus negeri, SMK swasta juga turut diserbu. Data di Kemendikdasmen menyebutkan, angka peminat masuk SMK mencapai 82, 05 persen. Tentu keinginan mereka adalah setelah lulus lebih mudah mencari pekerjaan, sebab telah memiliki keahlian tertentu.

Menyadari hal itu, program revitalisasi SMK kini pun mulai memberi dampak positif terhadap kualitas pembelajaran.  Tak hanya itu, juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan menyerap tenaga kerja di daerah.

Dirjen Vokasi dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tatang Muttaqin.dalam bincang media di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (12/5/2026) menyebutkan,  revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Pembelajaran Berbasis Praktik

Tatang menjelaskan, salah satu fokus revitalisasi pada tahun 2025 lalu adalah pembangunan ruang praktik yang memadai. Sebab, pembelajaran di SMK harus berbasis praktik dan project-based learning. “Hal yang dipelajari siswa tidak berhenti di teori, tetapi menjadi produk nyata yang bisa dievaluasi dan terus diperbaiki,” ujar lulusan S3 Sosiologi University of Groningen Belanda itu. 

Dia mengungkapkan, sebelumnya sekitar 60 persen SMK mengalami kekurangan ruang praktik. Kini kondisinya mulai membaik meski dilakukan bertahap. Saat ini jumlah SMK di Indonesia mendekati 9.000 sekolah. Di sejumlah daerah, satu SMK negeri bahkan memiliki 2.000 hingga 3.000 siswa.

“Kegiatan belajar akhirnya harus dibagi sampai sore hari karena keterbatasan ruang kelas dan ruang praktik. Ini tentu memengaruhi efektivitas pembelajaran,” katanya.

Guru dan Siswa Lebih Nyaman

Oleh karena itu, pemerintah terus membangun dan merevitalisasi fasilitas praktik di SMK, SLB, dan sekolah vokasi lainnya. Menurut Tatang, dampak revitalisasi mulai terasa di lingkungan sekolah. Banyak siswa dan guru merasa lebih nyaman dalam proses belajar mengajar.

Selain meningkatkan mutu pembelajaran, revitalisasi sekolah juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah. Sebab, pembangunan dilakukan melalui pola swakelola dan melibatkan masyarakat sekitar.

“Untuk satu sekolah saja, tenaga kerja yang terlibat bisa 22 sampai 34 orang. Jadi efek ekonominya langsung bergerak di daerah,” ucap Tatang.

Material  pembangunan juga dibeli dari wilayah sekitar sekolah sehingga perputaran ekonomi lokal ikut meningkat.

Pemerintah, lanjut Tatang, memprioritaskan revitalisasi sekolah di daerah tertinggal, terluar dan terdampak bencana. Sebab, masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan cepat.

Kemendikdasmen menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan akuntabilitas, sekaligus mencegah penyelewengan anggaran dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Pihaknya  memiliki sistem guna memastikan agar anggaran yang disalurkan kepada setiap satuan pendidikan digunakan secara tepat dan transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *