Catra Wisata, Warta

Produksi Kopi Robusta Temanggung Diperkirakan Turun 15–20 Persen

catrawarta.com — Produksi kopi robusta di Kabupaten Temanggung pada tahun 2026 ini diperkirakan mengalami penurunan sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun...

Kemasan kopi dari Temanggung. (Dok FB)

catrawarta.comProduksi kopi robusta di Kabupaten Temanggung pada tahun 2026 ini diperkirakan mengalami penurunan sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan faktor iklim yang kurang mendukung, khususnya saat masa pembungaan tanaman kopi.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Temanggung, Sumarno, menjelaskan, fenomena kemarau basah yang terjadi pada tahun lalu berdampak signifikan terhadap proses pembungaan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak bunga kopi tidak berkembang secara optimal, bahkan sebagian rontok sebelum menjadi buah.

“Informasi dari petani menunjukkan bahwa pembungaan terganggu akibat tingginya curah hujan, sehingga banyak bunga yang gagal berkembang,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Pada tahun 2025, produksi kopi robusta di Temanggung tercatat sekitar 9.000 ton. Namun, pada tahun ini, hasil panen diperkirakan menurun seiring terganggunya fase krusial dalam siklus pertumbuhan tanaman kopi tersebut. Masa panen sendiri diperkirakan akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.

Sentra Produksi Kopi Robusta di Jateng

Kabupaten Temanggung selama ini dikenal sebagai salah satu sentra utama produksi kopi robusta di Jawa Tengah. Penurunan produksi ini diperkirakan akan berdampak pada ketersediaan pasokan kopi, sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi petani dalam menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen.

Meski demikian, Sumarno tetap optimistis, hasil produksi kopi Temanggung akan terserap pasar, baik oleh pembeli lokal maupun pasar ekspor.

Dari sisi harga, kopi robusta Temanggung masih menunjukkan nilai jual yang cukup baik. Di tingkat petani, harga kopi gelondong merah (petik merah) berkisar Rp 6.000 per kilogram. Sementara itu, beras kopi (ose) kering dijual dengan harga antara Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Untuk kopi bubuk robusta premium, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp229.000 per kilogram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *