catrawarta.com — Konsep pendidikan pesantren, namun tanpa harus ‘mondok‘ (tinggal di asrama) kini dikembangkan Muhammadiyah. Model ini untuk menjawab keinginan orang tua yang menghendaki pendidikan berbasis pesantren, namun tanpa harus memondokkan anaknya (tinggal di asrama, seperti umumnya pesantren).
Menyadari besarnya keinginan tersebut Pondok Pesantren Modern (PPM) Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta di Prambanan memperkenalkan SMP MBS Al Badar Full Day School Prambanan. Sekolah ini menerapkan kurikulum pesantren dengan sistem full day school, namun siswa tetap pulang ke rumah setiap sore.
Peresmian sekolah ini dilakukan bersamaan dengan peluncuran Kafana Muslim Wear dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-18 PPM MBS Yogyakarta. Acara yang digelar di Kampus SMP MBS Al Badar Full Day School Prambanan tersebut diisi pula Tabligh Akbar bersama Prof Dr Din Syamsuddin MA, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015.
Pimpinan PPM MBS Yogyakarta, Didik Riyanta, mengatakan, peluncuran SMP MBS Al Badar Full Day School merupakan bagian dari perjalanan panjang MBS Yogyakarta sejak berdiri pada 2008 dan hingga kini mengelola berbagai satuan pendidikan dan pesantren yang telah berizin resmi.
Menurut Didik, kehadiran sekolah ini dilatarbelakangi aspirasi masyarakat yang menginginkan pendidikan berkurikulum pesantren tanpa mengharuskan anak tinggal di asrama. Setelah melalui proses verifikasi dan perizinan oleh Dinas Pendidikan Sleman, sekolah tersebut resmi memperoleh izin operasional.
“SMP MBS Al Badar Full Day School ini untuk menjawab kegelisahan para orangtua yang ingin sekolah berkurikulum pesantren, tetapi anak-anaknya tetap pulang ke rumah,” jelasnya.
Sekda Sleman, Susmiarto, yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasi atas peluncuran SMP MBS Al Badar Full Day School serta kehadiran Prof Dr Din Syamsuddin dalam Tabligh Akbar tersebut. Ia menilai keberadaan sekolah ini menjadi alternatif penting dalam dunia pendidikan di Sleman.
Kehadiran sekolah berbasis Islam terpadu ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul secara intelektual, spiritual dan emosional, khususnya bagi masyarakat yang menginginkan anak tetap dekat dengan keluarga.

Dolar Tembus 17 Ribu? Pahami Penyebab Naik-Turunnya Nilai Rupiah & Dampaknya 