Warta

Perluas Akses Pendidikan, Dishub DIY Siapkan Pengadaan Bus Sekolah

catrawarta.com — Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya membenahi ekosistem transportasi publik, khususnya bagi kalangan pelajar. Salah satu bentuk komitmen...

Bus sekolah menjadikan siswa merasa nyaman dan melatih kemandirian.

catrawarta.comPemda DIY melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya membenahi ekosistem transportasi publik, khususnya bagi kalangan pelajar. Salah satu bentuk komitmen itu, Dishub DIY resmi mengajukan usulan pengadaan armada bus sekolah kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hal itu dilakukan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini belum tersentuh oleh layanan angkutan umum reguler.

“Usulan ini dirancang secara spesifik agar tidak tumpang tindih dengan layanan yang sudah ada. Mengingat kewenangan pendidikan tingkat menengah atas berada di bawah Pemda DIY, sehingga sasaran utama program ini adalah para pelajar SMA/SMK dan SLB,” jelas  Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, Jumat (20/2/2026).

Ia berharap, keberadaan bus ini nantinya tidak mengganggu jalur Trans Jogja. Oleh karena itu, rute bus sekolah direncanakan lebih banyak melayani wilayah kabupaten. Menurut Erni, langkah strategis itu diambil sebagai solusi atas tantangan mobilitas siswa SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang bermukim di daerah pinggiran kabupaten.

Adapun untuk pemilihan wilayah kabupaten didasari  realitas, banyak siswa di pinggiran DIY yang masih kesulitan mendapatkan akses transportasi publik yang aman dan terjangkau untuk menuju sekolah.

Berbeda dengan bus Trans Jogja yang berukuran besar, armada yang diusulkan nanti memiliki spesifikasi yang lebih ramping. Setiap kendaraan kapasitasnya hanya sekitar 19 penumpang.

“Kalau usulan kami harapannya setiap kabupaten bisa mendapatkan dua unit bus. Pertimbangan kami dengan ukuran bus yang lebih kecil memungkinkan bus masuk ke jalan-jalan kabupaten. Dengan begitu bisa memberikan fleksibilitas tinggi dalam menjemput siswa di titik-titik terdekat pemukiman,” katanya.

Wajib Kunjung Museum

Ia menambahkan, ​operasional bus ini tidak hanya terbatas pada rutinitas berangkat dan pulang sekolah. Pemda DIY berencana mengintegrasikan layanan ini dengan program edukasi budaya.

Karena ​bus-bus tersebut nantinya memfasilitasi program wajib kunjung museum, yaitu kebijakan dari Dinas Kebudayaan DIY yang mewajibkan siswa mengenal sejarah dan budaya lokal secara langsung. 

​Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan, efisiensi menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Satu armada bus tidak akan didedikasikan hanya untuk satu sekolah tertentu, melainkan melayani beberapa sekolah dalam satu koridor wilayah. Dengan sistem pergerakan yang dinamis, keterbatasan jumlah armada diharapkan tetap mampu melayani populasi siswa yang cukup banyak secara bergantian.

Dengan adanya bus sekolah memberikan banyak manfaat, terutama menyediakan transportasi yang aman, nyaman dan gratis, sehingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar dan menekan angka kecelakaan.

Selain menghemat biaya transportasi, bus sekolah yang nyaman juga membantu mengurangi kemacetan lalu lintas, polusi udara serta melatih kemandirian dan keterampilan sosial siswa selama perjalanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *