catrawarta.com — Dua fasilitas kesehatan, puskesmas yang hancur akibat bencana di Aceh sudah berdiri kembali. Kementerian Kesehatan secara cepat melakukan pemulihan, hanya dalam waktu tiga minggu dapat melayani masyarakat lagi.
Kedua fasilitas kesehatan tersebut berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur, serta wilayah Jambur Lak-Lak, Kabupaten Aceh Tenggara. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin secara langsung meresmikannya.
”Dua puskesmas yang hancur total di Aceh, satu di Lokop, Aceh Timur, dan satu lagi di Jambur Lak-Lak, Aceh Tenggara. Keduanya bisa dibangun dan diselesaikan dalam waktu tiga minggu agar bisa langsung melayani masyarakat,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi.
Ia menjelaskan pembangunan cepat kedua puskesmas merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang berperan dalam percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan di wilayah terdampak bencana.
”Kami berterima kasih kepada Kementerian PU yang telah membangun puskesmas dengan sangat cepat. Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar layanan kesehatan masyarakat bisa segera pulih,” ujarnya.
Penyediaan Alat Kesehatan
Di samping pembangunan dan peresmian fasilitas kesehatan, Budi mengapresiasi dukungan para mitra, PT Pegadaian dan PT Jayamas Medica Industri Tbk, dalam penyediaan alat kesehatan dan perabotan. Juga dukungan Yayasan Amanah Bakti Negeri yang memperkuat layanan kesehatan darurat di Aceh.
Bantuan tersebut meliputi tiga unit ambulans, tiga unit motor layanan kesehatan, 35 unit Starlink, 35 genset, serta 35 unit filter air bersih yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Aceh.
Pihaknya menyalurkan bantuan dari Yayasan Amanah Bakti Negeri berupa ambulans dan berbagai sarana pendukung layanan kesehatan. Bantuan sangat membantu memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di daerah terdampak.
Pemulihan Hunian Tenaga Kesehatan
Budi juga menekankan perhatian pemerintah terhadap pemulihan hunian tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Kementerian Kesehatan secara berkala melakukan pemantauan agar proses penggantian biaya dan perbaikan rumah nakes dapat segera terealisasi.
”Kami rutin memantau setiap dua minggu agar rumah para tenaga kesehatan bisa mendapatkan biaya perbaikan. Harapannya sebelum Ramadan dan Lebaran, mereka sudah bisa kembali ke rumah, beristirahat dengan nyaman, dan bekerja optimal melayani masyarakat,” imbuhnya.
Budi menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi pemerintah daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, memastikan layanan kesehatan kembali normal, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan di wilayah rawan bencana.

Bantuan Sosial untuk Wilayah Bencana Capai 1,7 Juta Keluarga 