catrawarta.com — Muhaimin Iskandar selalu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meresmikan Pilot Project Ekosistem Kawasan Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi Berbasis Kawasan Ekspor melalui pengembangan Kawasan Ekspor Gula Kelapa dan Program Perempuan Mandiri melalui Ternak Ayam (PERMATA).
Lokasi pilot project berada di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Program tersebut menjadi langkah awal implementasi 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat sebagai model pengentasan kemiskinan berbasis potensi unggulan.
Ia menegaskan kawasan dengan potensi komoditas unggulan namun masih memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi harus menjadi fokus intervensi pemberdayaan.
”Kemiskinan di kawasan yang produktif bukan takdir. Tugas kita adalah memastikan potensi kawasan benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegas Menko Muhaimin dalam siaran persnya kepada media.
Komoditas Unggulan
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, menjelaskan peluncuran Kawasan Ekspor Gula Kelapa dan Program PERMATA merupakan dua pilar pemberdayaan yang saling melengkapi.
Kawasan ekspor memperkuat rantai nilai komoditas unggulan, sedangkan PERMATA mendorong pemberdayaan perempuan melalui budidaya Ayam ELBA di 15 desa sebagai penguat ketahanan ekonomi keluarga.
Ia menegaskan, pilot project tersebut menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dapat direplikasi di berbagai sentra komoditas unggulan di Indonesia.
Ditambahkannya, Cilongok bukan lagi sekadar satu kecamatan di Banyumas, tetapi menjadi titik awal perjalanan menuju 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di seluruh Indonesia.

Tak Bisa Asal Cuap, Influencer Harus Punya Kompetensi 