catrawarta.com — Komitmen untuk terus mengenang dan melanjutkan perjuangan para ulama yang telah berjasa besar bagi umat dan bangsa tak akan ada habisnya. Karena itu, mengenang serta melanjutkan perjuangan mereka menjadi kewajiban.
Hal itu terungkap dalam Haul Lima Ulama sekaligus santunan yatim gelaran Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadir sejumlah tokoh ulama, pengurus partai, serta tamu undangan. Turut hadir Rois Syuriah PWNU DIY, KH Masud Masduki, Dewan Syuro DPW PKB DIY, Ketua DPW PKB DIY Umaruddin Masdar, serta Sekretaris DPW PKB DIY Aslikh Rina Ulyaddin beserta jajaran pengurus.
Hadir pula pimpinan dan anggota Fraksi PKB DPRD DIY, para Ketua dan Sekretaris DPC PKB serta para tamu undangan. Tak ketinggalan anak-anak yatim yang turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga berbuka puasa bersama seluruh peserta.
Haul ulama kali ini untuk mendiang KH Machrus Ali, KH Hasyim Asy’ari, KH Ma’shum Lasem, KH Manaf Abdul Karim, serta KH Dalhar Watucongol. Mereka merupakan tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan keilmuan Islam serta perjuangan bangsa Indonesia.
Selalu Menebar Kebaikan
KH Sholehudin Mansur dalam tausiyah mengungkapkan majelis yang menghadirkan anak-anak yatim sekaligus mengenang para ulama merupakan majelis yang penuh keberkahan, terlebih pada Ramadan.
”Saya yakin ini merupakan majelis yang penuh berkah, majelis yang menebar kebaikan karena PKB selama ini juga dikenal sebagai partai yang terus menebar kebaikan dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tandas Mansur.
Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar menjelaskan kegiatan haul merupakan agenda rutin setiap Ramadan sebagai upaya menghidupkan hari-hari terakhir puaa dengan kegiatan yang penuh keberkahan. Ia menegaskan PKB memiliki komitmencterus mengenang dan melanjutkan perjuangan para ulama yang telah berjasa besar bagi umat dan bangsa.
Partainya lahir dari rahim para ulama dan para kiai. Karena itu ingin terus mengenang jasa, pemikiran, dan perjuangan para kiai pendahulu, khususnya para ulama yang mereka doakan. Ia menegaskan, mat Islam tidak bisa beragama dengan baik tanpa bimbingan para ulama.
”Berbagai ilmu yang menjadi dasar dalam memahami Al-Qur’an dan agama Islam, seperti ilmu tajwid, nahwu, dan sharaf, merupakan hasil dari pengembangan keilmuan para ulama,” tandas Masdar.
Umat bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, memahami makhraj huruf, hingga mempelajari ilmu nahwu dan sharaf, berkat jasa dan ilmu para kiai. Sehingga sudah seharusnya selalu menghormati dan mengikuti para ulama. Ia berharap kegiatan kali ini membawa kebahagiaan bagi umat khususnya anak-anak yatim.

Cek Kendaraan dan Jaga Stamina, Mudik Menggembirakan sekaligus Melelahkan 