catrawarta.com — Tim nasional Kolombia gagal memenuhi ambisi lolos ke putaran 8 besar Piala Dunia FIFA World Cup 2026 setelah kalah melawan Swiss. Mereka kalah menyakitkan 3-4 melalui adu penalti karena selama 120 menit sama sekali tidak berbagi gol alias 0-0.
Kekalahan adu penalti dalam sepak bola apalagi Piala Dunia memang menyakitkan. Kondisi tersebut tak bisa dihindari pada fase gugur karena harus ada yang menang dan kalah untuk menentukan siapa maju ke babak berikutnya.
Begitu menyakitkannya, pemain Kolombia pernah ditembak mati usai pulang dari Piala Dunia 1994. Ya, Andres Escobar, pemain belakang timnas ditembak kartel narkoba karena dianggap menjadi penyebab kalah judi. Andres melakukan gol bunuh diri ketika timnya melawan Amerika Serikat.
Pelaku penembakan merupakan bagian dari sindikat narkoba dan perjudian yakni Humberto Munoz Castro. Ia secara sadis menembak 6 kali dalam jarak dekat yang membuat Andres langsung terkapar.
Kini, usai Kolombia kalah dari Swiss, belum ada kabar yang menyebutkan adanya ancaman pada tim nasional tersebut. Bisa jadi, para penggemar tidak melihat adanya kesalahan fatal seperti pada kasus Andres Escobar. Pada laga melawan Swiss, mereka telah bekerja keras hingga adu penalti.
Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo dikutip dari reuters.com dan apnews.com mengatakan timnya harus menanggung akibat karena gagal mengubah tekanan menjadi gol. Ia mengatakan Kolombia telah tampil cukup baik selama 120 menit untuk mendapatkan hasil lebih baik dalam pertandingan yang yang ketat, penuh taktik, dan berimbang.
Tak Bisa Cetak Gol
Ia mengakui timnya kekurangan kemampuan untuk mencetak gol. Ia juga mengatakan permainan kehilangan ritme seiring berjalannya Waktu. Kedua tim mulai kelelahan sebelum laga berakhir imbang dan berlanjut ke adu penalti.
Bermain hingga perpanjangan Waktu 120 menit memang sangat melelahkan. Adu penalti menuntut stamina fisik maupun psikis yang kuat. Biasanya, para pemain telah kehilangan banyak stamina dan tak begitu konsentrasi karena kelelahan. Ini yang membuat gagal.
Swiss yang bermain penuh kesabaran akhirnya menuai hasil dengan maju ke babak 8 besar. Mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Arrowhead, Kansas City, Missouri.
Swiss belum pernah mencapai perempat final Piala Dunia sejak menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada tahun 1954. Selain itu, Swiss tampil dengan skuad yang tidak lengkap karena absennya gelandang muda Johan Manzambi, yang mengalami cedera saat latihan.
Kemenangan Swiss dan kekalahan Kolombia semoga saja tidak mengulang cerita Andres Escobar. Biasa, menang dan kalah dalam sepak bola. Kekalahan justru menjadi motivasi agar tim bisa hadir lagi pada Piala Dunia 2030 yang berlangsung secara bersama di Maroko, Portugal dan Spanyol.

Kirim Video Asusila ke Eks Karyawati, Camat Boyolali Diberi Sanksi Ringan 