Warta

Kesaksian WNI yang Dipulangkan: “Situasi di Teheran  Setiap Hari Ada Serangan…”

catrawarta.com — Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar (58), yang merupakan teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang...

Rombongan WNI dari Iran yang dipulangkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Dok. Kemlu)

catrawarta.comSetibanya di Bandara Soekarno-Hatta, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar (58), yang merupakan teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang Banten, terlihat meneteskan air mata. Ia mengaku bersyukur, karena bisa keluar dari Iran yang kini sedang terlibat konflik dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Sehari-hari dirinya melihat langsung gempuran-gempuran rudal yang dilancarkan AS dan Israel ke Iran. Apalagi, lokasi ia bekerja sebagai teknisi pesawat ini berada tepat di bandar udara utama Imam Khomeini (IKA) untuk penerbangan internasional dan Bandara Internasional Mehrabad (THR) untuk penerbangan domestik.

“Hampir setiap hari serangan itu terjadi. Tapi untuk warga disana sudah biasa tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif,” katanya, seperti dikutip Antara, Rabu (11/3/2026).

Segar menyebut, situasi keamanan di negara yang ia tempati kondisinya sudah tidak kondusiif. Setiap harinya serangan-serangan rudal terjadi di beberapa titik khususnya di Kota Teheran. “Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut,” ucapnya, seraya bersyukur dan merasakan lega setelah kembali ke tanah air.

Kerjaan Dihentikan

Selama serangan terjadi, ia bersama rekan WNI lainnya langsung dipulangkan kembali ke asrama tempat mereka tinggal. Sebab, perusahaannya dalam beberapa pekan terakhir telah menerapkan status siaga dengan menutup dan meliburkan aktivitas para pekerjanya.

“Ya, tentu kerjaan dihentikan, kita dipulangkan ke asrama dan kita tunggu informasi dari KBRI,” tuturnya.
Dengan situasi keamanan yang semakin mencekam, Segar kemudian memutuskan untuk mendaftarkan diri kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Taheran dan agar dapat pulang ke tanah air. Langkah ini diambil, sebagai menjaga keselamatan dan keamanan diri atas ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Jadi karena hari demi hari tidak kondusif, jadi saya memutuskan untuk mengevakuasi diri baik itu melalui perusahaan maupun KBRI. Tetapi saya pilih lewat KBRI dan diberikan arahan setiap langkah evakuasi aga aman,” jelasnya.

Segar juga menerangkan selama perjalanan dan proses evakuasi seluruhnya berjalan aman, petugas dari perwakilan KBRI memberikan arahan dan pendampingan hingga pada akhirnya bisa sampai di tanah air.
Sementara, dalam tahapan pemulangan WNI dari Iran oleh Pemerintah Indonesia saat ini terdapat 22 orang telah berhasil kembali ke tanah air.

Perjalanan Panjang

Kepulangan puluhan WNI ini, melalui proses penerbangan Turkish Airlines dengan jalur Baku, Azerbaijan dan diterbangkan ke Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.
Rombongan WNI ini, kembali ke tanah air setelah melalui perjalanan panjang  yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Mereka masuk  dalam gelombang pertama tahapan evakuasi.

Kementerian Luar Negeri memfasilitasi evakuasi bertahap 32 WNI dari Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. WNI yang mengikuti evakuasi Gelombang I terdiri 10 WNI Pekerja, 1 Pengajar/Jurnalis, 14 Pelajar/Mahasiswa, 2 PMI dan 5 Turis.

Kepulangan dibagi menjadi 2 kloter. Kloter pertama sebanyak 22 WNI yang telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada hari ini Selasa, 10 Maret 2026 pukul 18.00 WIB. Sementara itu kloter kedua 10 WNI dari Iran diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 11 Maret 2026.

Setibanya di Tanah Air, para WNI tersebut disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono. Menlu Sugiono menambahkan di tengah perkembangan situasi di Iran dan kawasan, prioritas Pemerintah Indonesia adalah untuk memastikan keselamatan para WNI yang berada di kawasan.

Para WNI tersebut selanjutnya akan dibantu Pemerintah Daerah untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *