Warta

Jejak Peradaban di Balik Kunjungan Narendra Modi

Lawatan Perdana Menteri India Narendra Modi menjadi pengingat eratnya hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama hampir dua ribu tahun.

Kunjungan perdana menteri india narendra modi ke indonesia pada 6 8 juli 2026 bukan sekadar agenda diplomatik
Presiden Prabowo Subianto dan PM Narenda Modi. (dok Setpres RI)

catrawarta.comKunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 6-8 Juli 2026 bukan sekadar agenda diplomatik. Di balik pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, lawatan itu juga menjadi pengingat eratnya hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama hampir dua ribu tahun.

Hubungan Indonesia dan India dimulai jauh sebelum kedua negara berdiri sebagai negara modern. Jalur perdagangan maritim yang membentang dari Teluk Benggala menuju Kepulauan Nusantara menjadi ruang perjumpaan para pedagang, pendeta, dan cendekiawan yang membawa komoditas dagang, bahasa, ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan.

Jejak hubungan tersebut masih dapat ditemukan hingga kini. Aksara Pallawa, prasasti berbahasa Sanskerta, kisah Ramayana dan Mahabharata, hingga berdirinya candi-candi Hindu-Buddha.

Ini bukti hubungan kedua bangsa dibangun di atas fondasi peradaban yang panjang. Salah satu agenda Narendra Modi yang paling menarik perhatian justru bukan berada di ruang perundingan, melainkan di Yogyakarta. 

Pada 8 Juli 2026, sebelum kembali ke India, Modi dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.

Di balik kunjungan itu, Pemerintah India telah menyatakan komitmennya untuk mendukung restorasi Candi Prambanan sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai dalam Pernyataan Bersama Indonesia-India tahun 2025.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menegaskan hubungan kedua negara tidak hanya dibentuk oleh dinamika geopolitik masa kini.

“Mulai dari aksara Pallawa, prasasti berbahasa Sanskerta, hingga jalur perdagangan maritim yang memanfaatkan angin muson, Teluk Benggala dan Kepulauan Nusantara telah menjadi ruang peradaban bersama jauh sebelum lahirnya negara-bangsa modern,” ujarnya dalam briefing dengan wartawan, Jumat (3/7/2026).

Ancient gray stone temple complex with tall central spires under a blue sky surrounded by scattered stones
Candi Prambanan. (dok InJourney)

Menurut Sandeep, kunjungan Narendra Modi ke Yogyakarta merupakan implementasi dari komitmen kedua negara dalam melestarikan warisan budaya yang menjadi bagian dari sejarah bersama.

Pandangan serupa disampaikan Assistant Professor di Jawaharlal Nehru University, Gautam Kumar Jha. Dalam tulisannya dimuat Sunday Guardian Live, ia menyebut hubungan Indonesia dan India merupakan kemitraan bertahan lama karena dipelihara oleh masyarakat, bukan hanya oleh pemerintah.

Saat menjadi dosen tamu di Universitas Muhammadiyah Malang, Gautam juga menjelaskan posisi geografis kedua negara menjadikan hubungan perdagangan maritim berkembang pesat sejak masa peradaban Hindu-Buddha.

“Secara historis, Indonesia dan India telah menjalin hubungan baik di sektor perdagangan dan maritim. Selat Malaka menjadi faktor kunci dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional antara kedua negara,” ujarnya.

Baginya, kunjungan Narendra Modi seharusnya dimaknai sebagai momentum untuk memperluas kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi dan keamanan, tetapi juga pada penguatan hubungan antarmasyarakat melalui penelitian bersama, pelestarian warisan budaya, pendidikan tinggi, pengobatan tradisional, sejarah maritim, hingga diplomasi budaya.

Selama berabad-abad, lanjut Gautam, kedua bangsa telah dipersatukan oleh pertukaran gagasan, sistem pengetahuan, jaringan perdagangan, dan interaksi peradaban yang membentuk kawasan Samudra Hindia.

Kunjungan perdana menteri india narendra modi ke indonesia pada 6 8 juli 2026 bukan sekadar agenda diplomatik
disampaikan Assistant Professor di Jawaharlal Nehru University, Gautam Kumar Jha saat menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Malang. (dok Univ Muhammadiyah Malang)

Kementerian Luar Negeri RI mencatat hubungan Indonesia dan India telah berlangsung sejak masa perdagangan kuno serta penyebaran budaya yang tercermin dalam kisah Ramayana.

Persahabatan itu kemudian berkembang menjadi hubungan diplomatik modern. Pada 18 Desember 1949, India mengirimkan duta besarnya ke Indonesia setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia secara de jure. 

Dua tahun kemudian, tepatnya pada Maret 1951, kedua negara menandatangani Treaty of Friendship sebagai fondasi resmi hubungan diplomatik.

India juga menjadi salah satu negara yang paling awal memberikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedekatan kedua bangsa semakin kuat melalui Konferensi Asia Afrika 1955 yang menjadi tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika.

Simbol persahabatan itu telah terlihat sejak awal. Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dipercaya menjadi tamu kehormatan (chief guest) pada perayaan Hari Republik India tahun 1950, sebuah penghormatan yang hingga kini masih dikenang sebagai penanda eratnya hubungan kedua negara.

Kini, lebih dari tujuh dekade setelah hubungan diplomatik resmi dibangun, Indonesia telah menjadi mitra dagang terbesar India di kawasan ASEAN setelah Singapura.  Dan hubungan kedua negara sejak dibangun hingga sekarang tetap bertumpu pada ikatan sejarah, budaya, dan peradaban yang telah melintasi zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *