Warta

Indonesia Temukan Harta Karun Gas Jumbo Blok Ganal, Volumenya Luar Biasa!

catrawarta.com — Sektor hulu migas Indonesia kembali mendapat kabar baik. Eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, berhasil mengungkap...

Man in a suit speaks at a podium during a formal event with a wooden backdrop showing a red and white map and an attentive audience behind him and to the side
TEMUAN: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketika menyampaikan temuan gas yang dapat mendorong kemandirian energi.(Sumber: Kementerian ESDM)

catrawarta.comSektor hulu migas Indonesia kembali mendapat kabar baik. Eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, berhasil mengungkap potensi sumber daya gas raksasa sebesar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat.

Temuan ini dikelola oleh raksasa energi asal Italia, ENI, yang memegang 82 persem saham operasional, bersinergi dengan Sinopec (18 persen). Penemuan ini mempertegas bahwa Cekungan Kutai masih menjadi “tambang emas” migas yang menjanjikan bagi ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia seperti disampaikan Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, menyebut temuan sebagai anugerah besar di tengah ketatnya persaingan cadangan energi dunia.

“Ini adalah hasil eksplorasi dan segera menyusul pengembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur,” ungkap Bahlil.

Ia memproyeksikan produksi gas ENI akan melesat tajam. Pada 2028, produksi puncak ditargetkan mencapai 2.000 MMSCFD, meningkat hampir tiga kali lipat dari produksi saat ini yang berkisar di angka 600–700 MMSCFD.

Memperkuat Pasokan Domestik

Target ambisius tidak berhenti di sana. Pemerintah optimistis pada tahun 2030, produksi gas dari wilayah tersebut dapat menyentuh angka 3.000 MMSCFD, yang akan memperkuat pasokan domestik secara signifikan.

Selain gas, temuan tersebut membawa berkah berupa kondensat yang diprediksi mencapai 90 ribu barel per hari pada 2028. Angka ini berpotensi merangkak naik hingga 150 ribu barel per hari pada periode 2029-2030.

“Ini giant. Peningkatan produksi kondensat akan sangat membantu pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor minyak,” tambah Bahlil optimistis.

Sumur Geliga-1 sendiri dibor hingga kedalaman 5.100 meter di bawah permukaan laut. Keberhasilan ini melengkapi rentetan prestasi ENI di Cekungan Kutai setelah temuan besar di Geng North (2023) dan sumur Konta-1 (2025).

Untuk mempercepat monetisasi, pengembangan proyek akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru di North Hub. Proyek juga akan mengintegrasikan infrastruktur eksisting seperti Kilang LNG Bontang demi efisiensi dan nilai tambah maksimal bagi negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *