Catra Budaya

Lukisan Suhardiyono Laku, Langsung untuk Mengangsur Utang Bank

catrawarta.com — Dua karya pelukis Kibar Suhardiyono yang tinggal di Yogyakarta, laku setelah viral dan menjadi perhatian banyak pihak. Lukisan yang laku...

Two men shake hands over a large portrait of a mans face indoors with wooden walls and a pink toned painting in the background
GIBRAN: Lukisan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka karya Suhardiyono Kibar laku.(Sumber: instagram maestro_kibar)

catrawarta.comDua karya pelukis Kibar Suhardiyono yang tinggal di Yogyakarta, laku setelah viral dan menjadi perhatian banyak pihak. Lukisan yang laku menggambarkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Titiek Suharto. Ini membuat pelukis sedikit lega karena ada dana masuk untuk membayar utang bank.

Kibar menjelaskan, lukisan bergambar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dibeli oleh salah satu pendukung Gibran yakni Yudha yang juga Ketua Umum Bocahe Gibran Nusantara. Namun, tidak dijelaskan berapa nilai penjualannya.

”Terima kasih Mas Gibran dan Mas Yudha, sangat terbantu karena sudah dibeli lukisan saya, semoga berkah,” ungkap Kibar dalam akun instagramnya, maestro_kibar.

Sementara itu, lukisan Titiek Suharto juga sudah laku. Kibar tidak menjelaskan sosok pembeli dan nilainya. Menurutnya, pembeli tidak bersedia disebutkan identitasnya. Ia sangat menghargai privasi pembeli dan menyampaikan terima kasih karena sudah membantu Kibar.

Lunasi Utang Bank

Seperti diberitakan, pelukis berumur 76 tahun, Kibar Suhardiyono berniat melelang lukisan-lukisannya guna menutup utang bank viral di media sosial. Ia menggambar sejumlah tokoh antara lain Presiden Soekarno, Presiden Suharto, Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Titiek Suharo dan lainnya.

Pada akun instagram maestro_kibar, ia menuliskan,”Saya pelukis usia 76 tahun sedang bertujuan melunasi utang bank sebesar Rp 400 juta. Hubungi saya jika tertarik membeli lukisan ini.”

Dalam kisahnya, ia menceritakan sedang berjuang sendirian melunasi utang bank yang mempertaruhkan tanah milkknya sebagai agunan. Ia tak ingin tanah tersebut hilang karena tak bisa melunasi utang. Ia sendiri tidak pernah menggunakan uang hasil utang bank tersebut.

Mengenai utang bank, Kibar menjelaskan sebenarnya ada Rp 500 juta dan yang berutang merupakan keluarganya. Sebagai jaminan utang bank merupakan tanah miliknya warisan kakek nenek buyutnya. Kemudian, tanah ia wariskan ke keluarganya.

”Sebetulnya eman-eman banget kalau sampai di sita bank, karena itu saya berusaha pertahankan,” ujar Kibar.

Tidak Membuka Donasi

Ia menegaskan, dirinya tidak minta sedekah karena masih mampu melukis. Seluruh karya lukisannya ditawarkan melalui akun instagram maestro_kibar. Hanya satu itu akun miliknya dan tidak ada akun lain.

”Saya profesional saja, tak perlu dibantu dengan sedekah, saya ndak buka sumbangan, bukan pengemis. Saya masih mampu melukis, saya mau selesaiakan masalah ini dengan lukisan saya. Kalau ingin membantu silahkan like dan jempol,” pintanya.

Beberapa lukisannya dibawa kabur teman dan tidak dikembalikan. Ia tahu apakah lukisannya sudah laku apa belum. Namun ia tak membahasa masalah tersebut lebih lanjut dan hanya menekankan berniat menjual hasil karya lainnya.

Dirinya mengingatkan agar masyarakat atau yang tertarik dengan lukisannya untuk berhati-hati jangan sampai tertipu oleh ulah orang tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *