Warta

Gunungkidul Tembus Rekor Dunia Lewat Tarian Senam 1.500 Perempuan Bertopeng Penthul

Gunungkidul pecahkan rekor MURI dengan melakukan senam kreasi Penthul Tembem massal di Kawasan Gunung Api Purba, Pathuk, Jumat (10/7).

Lebih dari 1 500 perempuan gunungkidul pecahkan rekor muri usai melakukan senam kreasi penthul tembem di kawasan gunung api purba pathuk jumat 107
Lebih dari 1.500 perempuan Gunungkidul pecahkan rekor MURI usai melakukan senam kreasi Penthul Tembem di Kawasan Gunung Api Purba, Pathuk, Jumat (10/7). (dok. Instagram @pemkabgunungkidul)

catrawarta.comKabupaten Gunungkidul, DIY baru saja resmi mengukir sejarah. Tak hanya nasional, bahkan prestasi ini dikukuhkan oleh Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor dunia.

Pada Jumat (10/7) ini, Gunungkidul dinyatakan sukses mencetak rekor MURI melalui pelaksanaan Senam Kreasi Penthul Tembem. Menariknya, senam yang semula direncanakan bakal diikuti oleh 1.500 perempuan local ini justru dihadiri langsung oleh 1.500 peserta perempuan dengan topeng penthul.

Senam dan pemberian rekor MURI ini dihelat langsung di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran yang dijalankan sebagai rangkaian acara dari perayaan Geopark Night Specta ke-8.

Soal topeng yang dikenakan, karakter Penthul Tembem sendiri dipilih karena melambangkan keceriaan dan kesederhanaan, yang kemudian dikemas secara kreatif menjadi senam kebugaran tanpa meninggalkan nilai tradisi.

Pencatatan Rekor MURI sebagai rangkaian dari Geopark Night Specta ke-8 ini disebut tak lain bertujuan untuk memasarkam potensi daerah yang berada di lingkaran Kawasan Geopark melalui kreativitas dan ide-ide segar nan baru dari masyarakat.

“Event ini merupakan upaya pemasaran potensi Kawasan Geopark melalui kreativitas masyarakat,” jelas Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Antonius Hary Sukmono, di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Jumat (10/7).

Two women on a stage exchange a framed certificate during an award ceremony one in red with a decorative mask and medal the other in a beige patterned dress with an orange hijab against a purple backdrop
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menerima Rekor MURI, Jumat (10/7) usai senam tarian Penthul Tembem berlangsung. (dok. Instagram @pemkabgunungkidul)

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam sambutannya menyatakan bahwa senam kreasi ini merupakan wujud nyata dari strategi sport tourism yang sedang digalakkan di daerahnya.

“Hari ini kita membuktikan bahwa kita mampu berdiri tegak dan bangga dengan budaya asli bumi pertiwi Handayani. Kita sedang mempraktikkan Trisaksi Bung Karno, yaitu kepribadian di bidang kebudayaan,” kata Endah.

Bertepatan dengan penyerahan piagam rekor dunia, upaya perlindungan hukum terhadap karya budaya lokal juga diperkuat. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerima Surat Pencatatan Ciptaan Topeng Penthul Tembem dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY. Sementara itu, koreografer senam Mariana Subianti memperoleh surat pencatatan ciptaan untuk gerakan senam kreasi tersebut, sehingga karya budaya asli Gunungkidul kini telah memiliki perlindungan hukum atas kekayaan intelektualnya.

Pemecahan rekor yang satu ini tercatat bukan pertama kalinya diraih Gunungkidul. Sebelum senam Penthul Tembem ini, setidaknya Gunungkidul telah mengantongi sembilan rekor MURI seperti 90 jam campursari hingga 5.600 porsi Bakmi Jawa.

Selamat ya, Kabupaten Gunungkidul!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *