Warta

Felix Siauw Sebut Konflik AS–Israel–Iran sebagai “Officially World War 3”

catrawarta.com — Pendakwah sekaligus influencer Felix Siauw kembali menjadi sorotan publik setelah menyebut eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebagai...

Screenshot dari video reels akun official felix siauw felix Siauw
Screenshot dari video reels akun official Felix Siauw, @felix.siauw

catrawarta.comPendakwah sekaligus influencer Felix Siauw kembali menjadi sorotan publik setelah menyebut eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebagai “officially World War 3”. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram Reels di akun pribadinya, @felix.siauw, pada 1 Maret 2026.

Dalam waktu kurang dari 12 jam, video tersebut telah ditonton lebih dari 5 juta kali dan memperoleh lebih dari 500 ribu tanda suka, menandakan tingginya perhatian publik terhadap pernyataan itu.

Dalam videonya, Felix menyoroti keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam serangan terhadap Iran. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk eskalasi yang, menurut pandangannya, telah memasuki fase perang dunia ketiga.

“Teman-teman sekalian, bos BOP Donald Trump nyerang Iran… dan tentu saja ini diinisiasi juga oleh Israel. Jadi mereka berdua, Amerika–Israel, nyerang Iran. Dan ini adalah officially resmi adalah World War ketiga sebagaimana yang kita takutkan,” ujar Felix dalam video tersebut.

Felix juga menyinggung klaim terkait serangan yang disebut menargetkan pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam narasinya, ia mempertanyakan penggunaan istilah “perdamaian” yang diklaim sebagai tujuan dari tindakan militer tersebut.

“Dia bilang ini semua dia lakukan adalah untuk peace throughout the Middle East and indeed the world. Dia mengatasnamakan peace, mengatasnamakan kedamaian. Jadi teman-teman, sudah tahu sekarang seperti apa peace yang dimaksud,” lanjutnya.

Istilah “World War 3” yang digunakan Felix memunculkan respons beragam. Sebagian warganet menganggapnya sebagai peringatan atas potensi eskalasi konflik global, sementara lainnya menilai penyebutan perang dunia ketiga terlalu dini dan berpotensi menimbulkan kepanikan.

Secara historis, istilah Perang Dunia merujuk pada konflik berskala global yang melibatkan banyak negara besar dalam blok militer yang saling berhadapan, seperti pada Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945). Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari lembaga internasional yang menyebut ketegangan di Timur Tengah sebagai perang dunia ketiga.

Felix dikenal aktif membahas isu-isu geopolitik melalui pendekatan dakwah nonformal dan diskusi digital. Ia kerap tampil dalam program “Escape” di kanal YouTube milik Raymond Chin, yang beberapa episodenya meraih ratusan ribu penonton.

Di akhir videonya, Felix mengajak audiens untuk berpikir kritis terhadap narasi perdamaian yang disampaikan para pemimpin dunia. “Artinya perlu nggak kita lagi mengartikan atau kita lagi menafsirkan tentang perdamaian seperti apa yang mereka inginkan… Coba biasain untuk mikir,” tutupnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana isu geopolitik global kini tidak hanya dibahas di ruang diplomatik, tetapi juga menjadi wacana publik melalui media sosial. Di era digital, opini figur publik dengan jutaan pengikut dapat dengan cepat membentuk persepsi dan diskursus yang lebih luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *