catrawarta.com — Berbahayakah campak? Masih banyak yang menganggap biasa dan bisa sembuh sendiri setelah beberapa waktu. Tapi tidak demikian, campak ternyata bisa berdampak serius bahkan berakibat fatal, kematian!
Masyarakat sebaiknya tidak menganggap enteng persoalan campak. Biasanya, karena menganggap penyakit yang wajar sehingga tak begitu serius menanganinya. Perlu edukasi pada masyarakat agar tidak menyepelekan campak.
Spesialis anak, Dr Rr Ratni Indrawanti menuturkan, salah satu pencegahan campak yakni melalui imunisasi. Imunisasi diberikan saat kondisi anak sehat, tidak sedang terpapar sakit apapun.
”Menunda vaksinasi campak bisa meningkatkan risiko penularan. Anak yang belum memiliki antibodi dapat menularkan virus kepada orang lain,” papar Ratni.
Ketika terjadi penundaan vaksin, anak tidak memiliki antibody. Dampaknya, berpotensi menularkan virus kepada orang di sekitarnya. Bahkan, penundaan bukan hanya meningkatkan risiko, tetapi memicu penularan yang lebih luas hingga menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) seperti yang telah terjadi di berbagai daerah.
Sangat Mudah Menular
Ratni menjelaskan, campak sangat mudah menular. Virus campak yang dikenal sebagai Measles morbillivirus, mudah ditularkan dari seseorang ke orang lain. Proses penularan melalui droplet dengan perantaraan udara.
”Seorang terinfeksi, bisa menularkan penyakit kepada banyak orang di sekitarnya dalam waktu cepat,” jelasnya.
Ia memaparkan, seseorang yang terkena campak berpotensi menularkan virus tersebut kepada 18 orang lain di sekitarnya. Sangat cepat penularannya.
Itu dapat terjadi karena virus campak dapat bertahan di Udara apalagi di ruangan tertutup. Virus dapat bertahan pada ruangan tertutup dalam waktu dua jam.
Penyakit campak sebagian besar terjadi pada daerah dengan cakupan vaksinasi rendah. Tempat-tempat yang jauh, pelosok, akses Kesehatan susah merupakan tantangan bagi pemerintah. Terlebih di pulau-pulau yang Jarak tempuhnya lama.

Sah, Pemerintah Mulai Batasi Media Sosial bagi Anak 