catrawarta.com — Selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ratusan barang ketinggalan di kereta api PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Nilainya mencapai lebih Rp 200 juta.
”Periode angkutan Natal dan tahun baru berlangsung dari tanggal 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 atau selama 18 hari. Hingga hari terakhir pelaksanaannya, Daop 6 mencatat sebanyak 214 barang temuan berhasil diamankan,” papar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Seluruh barang tertinggal yang ditemukan, jelasnya, di stasiun maupun pada atas rangkaian kereta api langsung ditangani sesuai prosedur. Petugas memasukkan ke dalam sistem database Lost and Found KAI untuk memudahkan proses penelusuran dan pengembalian kepada pemilik.
Hampir Semuanya Kembali ke Pemilik
”Barang-barang yang tertinggal terdiri atas berbagai jenis barang, mulai dari laptop, gawai, jam tangan pintar, pakaian, uang tunai, dompet, makanan, jaket, helm, tumbler, hingga barang pribadi lainnya,” ujar Feni.
Sebagian besar barang tersebut telah berhasil kami kembalikan kepada pemiliknya. Proses pengambilan juga mudah sehingga pemilik dapat kembali bertemu dengan barang bawaannya.
Ia menambahkan, keberadaan layanan Lost and Found KAI merupakan wujud nyata komitmen perusahaan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan.
Bagi penumpang yang merasa kehilangan barang, KAI menyediakan kemudahan pelaporan melalui petugas di stasiun maupun Contact Center KAI 121, sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
Perhatikan Barang Bawaan
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 6 Yogyakarta secara rutin memberikan imbauan kepada para penumpang agar selalu memperhatikan dan menjaga barang bawaannya. Barang-barang hendaknya selalu dijaga saat berada di area stasiun maupun selama perjalanan di atas kereta.
”Kami mengingatkan seluruh penumpang untuk selalu memastikan barang bawaan dalam kondisi aman sebelum meninggalkan kursi atau saat turun dari kereta,” pinta Feni.
Pihaknya juga mengimbau penumpang tidak terburu-buru dan mengatur waktu dengan baik, khususnya menjelang keberangkatan kereta. Datang lebih awal ke stasiun, memeriksa barang bawaan dengan cermat, serta tidak meninggalkan barang di sembarang tempat.
Meskipun pada prinsipnya barang bawaan merupakan tanggung jawab pribadi pelanggan, KAI tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima dengan membantu mengamankan serta mengembalikan barang-barang yang tertinggal.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya KAI dalam membangun ekosistem transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Tim SAR Membawa Hasil ‘Black Box’ Pesawat ATR 